Jakarta. Blok7.id – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman membantah isu yang mengaitkan dirinya dengan kepemilikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dudung menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar.

Klarifikasi itu disampaikan Dudung saat konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/6).

Menurutnya, dirinya sama sekali tidak memiliki maupun terlibat dalam pengelolaan dapur program MBG.

“Saya informasikan dan saya tegaskan, tidak ada sama sekali saya memiliki dapur program tersebut. Kalau memang ada yang mendapati Pak Dudung punya dapur, silakan cek langsung, saya kasih hadiah nanti,” ujar Kastaf di hadapan awak media.

Dudung kemudian menjelaskan awal mula namanya dikaitkan dengan isu tersebut. Ia mengaku sekitar enam hingga tujuh bulan lalu menerima aspirasi dari sejumlah pengurus pondok pesantren, di antaranya Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar.

Saat itu, para pengurus pesantren berharap para santri dapat masuk dalam sasaran penerima manfaat program MBG. Dengan jumlah santri yang mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang, lokasi tersebut dinilai layak menjadi salah satu titik pelaksanaan program.

Sebagai tindak lanjut, Dudung menghubungkan para pengurus pesantren dengan Dadan Hindayana yang kala itu menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Dudung, perannya hanya sebatas menjembatani komunikasi antara pesantren dan pihak terkait. Setelah itu, ia tidak lagi ikut dalam proses kerja sama maupun pengurusan program tersebut.

Ia bahkan mengaku sempat menanyakan perkembangan rencana tersebut kepada Dadan beberapa pekan lalu. Dari informasi yang diterimanya, proses administrasi hingga kini masih berjalan dan belum ada pembangunan dapur di lokasi yang dimaksud.

Karena itu, Dudung menyayangkan munculnya narasi yang menyebut dirinya memiliki proyek dapur MBG. Ia menilai isu tersebut berawal dari keterlibatannya saat membantu menyampaikan aspirasi pesantren.

“Cuma karena saya yang meminta tolong kepada Pak Dadan untuk memfasilitasi pesantren itulah, akhirnya muncul isu seakan-akan Pak Dudung yang punya dapur. Sekali lagi saya tegaskan, secara riil dapurnya pun belum terbangun dan saya sama sekali tidak terlibat di dalamnya. Jelas ya, rekan-rekan sekalian,” tegas Kastaf Dudung menutup klarifikasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!