Blora, Blok7.id – Penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan oleh PT Pertamina EP Field Cepu mendapat sorotan.
Masyarakat menilai dukungan perusahaan terhadap sekolah-sekolah di wilayah Ring 0 masih perlu ditingkatkan.
Sorotan itu disampaikan tokoh masyarakat Blora Peduli, Samidi.
Menurutnya, besaran bantuan CSR untuk sektor pendidikan saat ini belum sebanding dengan harapan masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Samidi menilai sektor pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam program CSR. Sebab, investasi di bidang pendidikan dinilai akan memberikan dampak jangka panjang bagi daerah.
“Sektor pendidikan seharusnya menjadi salah satu prioritas utama penyaluran CSR. Jangan hanya fokus pada program jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia yang kelak mampu menjadi pemimpin di industri migas,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Ia mencontohkan SMA Negeri 1 Cepu yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di kawasan Cepu. Menurutnya, sekolah tersebut hanya memperoleh bantuan CSR pendidikan sekitar Rp2.500.000 setiap tahun.
Nominal itu, kata Samidi, masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan pengembangan mutu pendidikan.
Ia berharap dukungan CSR tidak hanya berbentuk bantuan rutin, tetapi juga diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan. Program yang dimaksud antara lain pembangunan sarana dan prasarana, laboratorium, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, pelatihan, peningkatan kompetensi guru, hingga pembinaan yang dapat membuka peluang generasi muda berkarier di sektor energi.
Selain itu, Samidi mengingatkan bahwa posisi Field Manager PT Pertamina EP Field Cepu selama beberapa tahun terakhir diisi oleh sejumlah putra terbaik bangsa dari luar Cepu. Mereka di antaranya Dody Tetra Atmadi, Agung Wibowo, Afwan Daroni, Heru Irianto, Agus Amperianto, dan Wresniworo.
Ia berharap ke depan semakin banyak putra-putri asli Cepu dan daerah sekitarnya yang mampu mengisi jabatan strategis di perusahaan tersebut.
“Harapan kami sederhana, CSR pendidikan benar-benar ditingkatkan agar mampu melahirkan generasi yang berkualitas. Kami ingin suatu saat nanti ada alumni SMA Negeri 1 Cepu maupun sekolah lain di wilayah Cepu yang dapat menjadi Field Manager PT Pertamina EP Field Cepu. Jangan sampai anak-anak daerah hanya menjadi penonton atau sebatas pekerja kasar di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Menurut Samidi, penguatan program CSR di bidang pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah, tetapi juga menjadi investasi sosial perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang memiliki daya saing dan siap berkiprah di industri energi nasional.
Karena itu, ia berharap PT Pertamina EP Field Cepu melakukan evaluasi terhadap kebijakan penyaluran CSR pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah Ring 0. Dengan demikian, keberadaan perusahaan dinilai dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
