Jakarta, Blok7.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan 19 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, 12 OTT menjerat kepala daerah, sedangkan tujuh lainnya melibatkan pejabat nonkepala daerah.

Angka tersebut tercatat hingga Sabtu (29/8/2026). Jumlah OTT KPK tahun ini juga sudah melampaui catatan sepanjang 2025 yang sebanyak 11 kali.

12 Kepala Daerah Terjaring OTT

OTT terhadap kepala daerah terjadi hampir setiap bulan sepanjang 2026. Dari tujuh bulan pertama tahun ini, hanya Februari dan Mei yang tidak mencatat OTT terhadap kepala daerah.

Berikut 12 kepala daerah yang terjaring OTT KPK:

  1. Maidi – Wali Kota Madiun
  2. Sudewo – Bupati Pati
  3. Fadia Arafiq – Bupati Pekalongan
  4. Muhammad Fikri – Bupati Rejang Lebong.
  5. Syamsul Auliya Rachman – Bupati Cilacap
  6. Gatut Sunu Wibowo – Bupati Tulungagung
  7. Edison – Bupati Muara Enim
  8. Suhardiman Amby – Bupati Kuantan Singingi
  9. Syah Afandin – Bupati Langkat
  10. Etik Suryani – Bupati Sukoharjo
  11. Lalu Ahmad Zaini – Bupati Lombok Barat
  12. Anom Widiyantoro – Bupati Pemalang

Dua kepala daerah pertama yang terjaring OTT pada 2026 adalah Maidi dan Sudewo pada Januari.

Kemudian pada Maret, KPK melakukan tiga OTT yang menjerat Fadia Arafiq, Muhammad Fikri, dan Syamsul Auliya Rachman. Pada April, giliran Gatut Sunu Wibowo yang ditangkap.

Penindakan terhadap kepala daerah berlanjut pada Juni dengan terjaringnya Edison dan Suhardiman Amby.

Memasuki Juli, empat kepala daerah kembali terjaring OTT, yakni Syah Afandin, Etik Suryani, Lalu Ahmad Zaini, dan Anom Widiyantoro. Penangkapan Anom menjadi OTT ke-18 KPK pada 2026.

7 OTT Sasar Pejabat Nonkepala Daerah

Selain kepala daerah, KPK juga melakukan tujuh OTT terhadap pejabat atau pihak di luar kepala daerah.

Kasus tersebut meliputi:

  1. Pejabat pajak KPP Madya Jakarta Utara
  2. Kepala KPP Madya Banjarmasin
  3. Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
  4. Pejabat Imigrasi Jakarta Barat yang menyeret eks Wamen Imipas Silmy Karim
  5. Pejabat Badan Pemeriksa Keuangan Sumatera Selatan
  6. Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok
  7. Rektor Universitas Jenderal SoedirmanOTT terhadap jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman menjadi operasi tangkap tangan ke-19 KPK pada 2026.

Operasi tersebut dilakukan pada Agustus dan menyasar sejumlah pimpinan kampus.

19 OTT dalam 8 Bulan

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, intensitas OTT KPK pada 2026 meningkat cukup tajam.

Sepanjang 2025, KPK tercatat melakukan 11 OTT. Sementara sampai 29 Agustus 2026, jumlahnya sudah mencapai 19 OTT.

Dengan demikian, sejak KPK dipimpin Ketua Setyo Budiyanto, total operasi tangkap tangan yang dilakukan mencapai 30 kali, dengan rincian:

  • 2025: 11 OTT
  • 2026: 19 OTT
  • Total: 30 OTT

Pada Semester I 2026 saja, KPK telah melakukan 12 OTT. Tujuh di antaranya menyasar pemerintah daerah, sementara penindakan lainnya dilakukan di sejumlah instansi seperti perpajakan, Bea Cukai, pengadilan, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!