Blok7.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas terkait lonjakan restitusi pajak.

Dua pejabat dipastikan dicopot setelah dinilai lalai dalam pengendalian pencairan.

“Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini dua akan saya copot,” tegas Purbaya di Jakarta, Senin (4/5).

Keputusan itu diambil setelah Kementerian Keuangan melakukan penelusuran internal terhadap pejabat pajak. Total ada lima orang yang diperiksa terkait nilai restitusi yang melonjak dan dinilai tidak terkendali.

Purbaya menegaskan langkah tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran agar tidak menjalankan kebijakan secara berlebihan. Ia menyoroti praktik pencairan yang dilakukan tanpa kontrol sehingga terkesan “jor-joran”.

Selain itu, ia juga mengungkap adanya persoalan serius dalam sistem pelaporan. Data yang tidak akurat membuat dirinya sempat keliru memperkirakan total restitusi.

“Tahun lalu saya salah menebak total resistusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat yang mereka sebutkan,” jelas Purbaya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi evaluasi besar bagi otoritas pajak, khususnya dalam pengawasan dan kualitas data. Ke depan, ia menegaskan tidak boleh ada lagi informasi yang meleset dan berdampak pada kebijakan.

Data Kementerian Keuangan mencatat restitusi pajak sepanjang 2025 mencapai Rp 361,2 triliun. Angka ini melonjak 35,94% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 265,7 triliun.

Lonjakan tersebut berasal dari selisih antara penerimaan pajak bruto dan neto. Sepanjang 2025, penerimaan bruto tercatat Rp 2.278,8 triliun, sementara penerimaan neto Rp 1.917,6 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!