Spread the love

Blok7.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara menegaskan pentingnya transformasi ekonomi rakyat lewat pembiayaan yang terintegrasi antara sektor perumahan dan usaha kecil.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Hal ini disampaikan saat menghadiri Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Gedung Gubernur Sumatera Utara, Jumat (10/10/2025).

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kepala BPS Sumut Asim Sahputra, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Ketua Umum REI Joko Suranto, serta Ketua HIPMI Sumut Dian Iskandar Nasution.

Dalam sambutannya, Maruarar menekankan bahwa keberhasilan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak diukur dari besarnya dana yang disalurkan, melainkan dari kemampuan pelaku UMKM untuk tumbuh menjadi pengusaha yang lebih mandiri.

“Program KUR ini bukan hanya soal pinjaman, tetapi tentang transformasi ekonomi rakyat. Kita ingin UMKM berkembang supaya jangan terus jadi UMKM. Keberhasilan negara adalah ketika penerima bansos berkurang dan pelaku usaha kecil naik kelas,” tegas Menteri Ara.

Ia menambahkan, pemerintah ingin membangun ekosistem yang saling terhubung antara sektor perumahan dan UMKM. Melalui Kredit Program Perumahan, pelaku usaha kecil tak hanya mendapat akses pembiayaan rumah, tetapi juga peluang memperkuat usahanya.

“Kredit perumahan ini tidak berdiri sendiri, tapi menjadi bagian dari gerakan ekonomi rakyat agar UMKM bisa tumbuh dalam ekosistem perumahan yang produktif,” tambahnya.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menjelaskan bahwa pelaksanaan KPP akan ditopang oleh Sistem Informasi Kredit Perumahan (SIKP) yang dikembangkan Kementerian Keuangan. Sistem ini akan menjadi basis pengelolaan data, verifikasi, dan penyaluran kredit secara transparan dan efisien.

“Sistem ini akan go live pada Senin depan, dan kami targetkan seluruh bank pelaksana, termasuk Bank Sumut, sudah siap beroperasi penuh sebelum peluncuran nasional bersama Presiden di Surabaya pada 15 Oktober 2025,” ungkap Sri Haryati.

Menanggapi hal itu, Maruarar berharap Bank Sumut bisa menjadi pionir pelayanan cepat dan transparan bagi pelaku UMKM di daerah.

“Saya doakan Bank Sumut makin menyala. Mulai 15 Oktober, UMKM di Sumut bisa langsung daftar ke Bank Sumut untuk mendapatkan KUR yang mudah, cepat, dan murah. Bank Sumut harus lebih unggul dari rentenir dan jadi kebanggaan masyarakat Sumut,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian PKP yang mempercepat akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Menurutnya, program KPP akan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi daerah dan pemerataan kepemilikan rumah.

“Pemerintah Provinsi Sumut siap bersinergi penuh dengan Kementerian PKP dan Bank Sumut untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. Kita ingin agar setiap warga Sumut, khususnya para pelaku UMKM, tidak hanya punya rumah layak tetapi juga punya usaha yang tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Bobby.

error: Content is protected !!