Spread the love

BLORA, Blok7.id – Program peningkatan kualitas jalan melalui pengecoran beton di sejumlah titik wilayah Kabupaten Blora menuai respons positif dari masyarakat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Namun di balik apresiasi tersebut, warga turut melayangkan peringatan serius kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora terkait potensi bahaya yang muncul setelah proyek rampung dikerjakan, Senin (24/11/2025).

Masukan warga itu langsung ditanggapi Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini. Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat sembari menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan.

“Masukan bagus, namun apa daya anggaran kita belum mampu memenuhi segala tuntutan masyarakat. Skala prioritas tetap kami utamakan. Kami mohon maaf bila belum bisa memenuhi semua keinginan warga. Maturnuwun atas masukannya, mohon doanya,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Dari sisi teknis, Plt Kepala Dinas PUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda, menegaskan bahwa detail pekerjaan lapangan berada di bawah kewenangan pejabat pembuat komitmen.

“Kalau masalah teknis, yang ngerti ya pejabat pembuat komitmen,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Blora, Danang Adiamintar, memastikan pekerjaan masih berjalan dan belum selesai seluruhnya.

“Siap, Pak. Yang pasti di gambar itu belum selesai kegiatannya. Bahu jalannya belum dikerjakan,” tegasnya.

Kekhawatiran Warga: Selisih Tinggi Jalan Dinilai Membahayakan

Warga menyoroti fakta bahwa permukaan jalan cor umumnya lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di bahu jalan kiri-kanan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena selisih ketinggian dapat membahayakan pengendara, terutama sepeda motor yang terpaksa menepi atau menghindari kendaraan dari arah berlawanan.

“Jalan cor memang bagus, tapi kalau bahu jalannya tidak langsung dirapikan atau diberi pengaman (berem) yang memadai, selisih ketinggiannya berbahaya sekali. Pengendara yang terpaksa turun ke bahu jalan bisa oleng dan jatuh,” ungkap Edy, warga setempat.

Masyarakat mendesak DPUPR untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan meratakan atau memperkeras bahu jalan di kedua sisi badan jalan.

Menurut mereka, pembenahan bahu jalan merupakan bagian vital dari keseluruhan pekerjaan, karena:

  • Mengurangi risiko kecelakaan saat pengendara berpapasan atau menepi.
  • Memperlancar drainase, membuat jalan cor lebih tahan lama.
  • Memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.

Berem, Langkah Finishing yang Tak Boleh Diabaikan

Secara teknis, berem, penimbunan atau pengerasan bahu jalan menggunakan tanah atau material lain, merupakan tahap finishing penting dalam konstruksi jalan beton.

Selain memperkuat struktur dan mencegah retakan di pinggir beton, berem juga meningkatkan kenyamanan berkendara.

Masyarakat berharap pembenahan bahu jalan dapat segera dilakukan agar proyek peningkatan infrastruktur benar-benar memberikan dampak positif, bukan justru menghadirkan risiko baru bagi pengguna jalan. (Hans)

error: Content is protected !!