BLORA, Blok7.id – Kunjungan dua menteri sekaligus ke Kabupaten Blora pada Sabtu (29/10/2025) menjadi sinyal kuat bahwa daerah penghasil padi dan jagung ini tengah berada pada jalur percepatan pembangunan strategis, khususnya bidang ketahanan pangan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, turun langsung meninjau deretan proyek vital sejak pagi hingga sore hari.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyambut kedatangan rombongan dengan penuh apresiasi. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat selama ini telah membuka jalan bagi percepatan pembangunan di daerahnya.
“Sugeng rawuh kepada Bapak Menteri Imipas dan Bapak Kepala Bappenas, support beliau berdua selama ini memungkinkan berbagai program pembangunan di Blora dapat terlaksana,” ujarnya.
Sejak pagi, rombongan menteri bergerak dari satu titik ke titik lain, antara lain calon kantor imigrasi, Bendungan Cabean, hingga proyek bantuan pusat. Kehadiran mereka dinilai sebagai langkah konkret memperkuat infrastruktur pelayanan publik dan pertanian.
Dalam forum pembahasan sore di pendopo kabupaten, Bupati Arief menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai agenda prioritas nasional. Blora, kata dia, bukan sekadar daerah penghasil padi dan jagung, tetapi memiliki kapasitas untuk melompat lebih jauh.
“Kita ingin Blora menjadi kabupaten organik,” tegasnya.
Ia menyebut kunci keberhasilan terletak pada harmoni tiga pilar, yakni Pemda, TNI, dan Polri.
“Kuncinya adalah harmonisasi dan kekompakan.”
Menteri Imipas, Agus Andrianto, menegaskan bahwa ketahanan pangan dan energi merupakan dua prioritas teratas pemerintah pusat saat ini. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak.
“Dengan kerja sama yang baik, Kabupaten Blora dapat mencapai tujuan pembangunannya,” ujarnya.

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengakui kunjungannya kali ini memiliki nilai emosional tersendiri.
“Terus terang, saya sudah lama ingin ke Blora, saya ingin pulang kampung,” ungkapnya, mengenang masa tugasnya sebagai Direktur Utama PT GMM Bulog 2015–2018.
Ia menilai Blora memiliki kekuatan besar berupa bonus demografi, yang bila dikelola tepat dapat menjadi motor percepatan ekonomi.
“Dengan mengelola bonus demografi dengan baik, Blora dapat mencapai tujuan pembangunannya.”
Kedua menteri kompak menegaskan bahwa Blora memiliki potensi yang sedang memasuki momentum besar. Kepala Bappenas bahkan disebut sebagai diaspora Blora yang kembali membawa perhatian pusat ke daerah ini.
Di akhir acara, Bupati Arief kembali menyampaikan rasa terima kasihnya. “Maturnuwun, semoga Bapak Menteri selalu diberikan kesehatan dan panjang umur.”
Kunjungan dua menteri ini meninggalkan pesan jelas, bahwa Blora sedang disiapkan untuk naik kelas, dari kabupaten agraris biasa menuju pusat produksi pangan strategis dan pionir pertanian organik di Indonesia. (Hans)
