Bojonegoro. Blok7.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bakal menjatuhkan sanksi tegas usai insiden ricuh yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sebuah turnamen futsal.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sikap itu diambil setelah rapat tindak lanjut yang digelar pada Senin (8/12/2025).
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, memaparkan bahwa insiden itu terjadi akibat rangkaian kelalaian baik dari penyelenggara maupun peserta.
Menurut Hari, panitia penyelenggara yang bukan bagian dari Pemkab Bojonegoro melakukan kesalahan sejak awal, mulai dari pencantuman istilah ASN pada turnamen hingga tidak menyediakan fasilitas standar seperti tim medis dan keamanan.
Padahal, dua hal itu merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Di sisi lain, kelalaian juga muncul dari peserta. ASN yang tergabung dalam tim dari Dinas Perhubungan dan FC Baru terlibat tindakan yang memicu perkelahian.
Turnamen futsal tersebut pun ditegaskan bukan agenda resmi Pemkab.
“Pemkab Bojonegoro telah menyusun dua langkah tindak lanjut yang akan dilaksanakan segera,” katanya.
Tahap pertama, para ASN yang terlibat bakal menerima sanksi administrasi. Bentuk hukuman disesuaikan dengan tingkat pelanggaran serta peran masing-masing individu.
Pemkab juga segera membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc untuk mendalami kronologi sekaligus menetapkan hukuman disiplin yang tepat.
Sanksi juga menyasar pihak penyelenggara. BKPP meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro melakukan peninjauan menyeluruh, kemudian memberikan rekomendasi terkait sanksi yang akan dikenakan atas berbagai kelalaian yang ditemukan.
“Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk menjaga disiplin ASN. Setiap pelanggaran disiplin dan kelalaian, terutama yang berujung pada kericuhan, akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Hari.
