Spread the love

Jakarta. Blok7.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 15 orang, termasuk Wali Kota Madiun Maidi.OTT dilakukan saat Maidi masih aktif menjabat di periode keduanya sebagai wali kota. Kegiatan penindakan ini merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang dilakukan KPK.

“Benar, hari ini Senin (19/1/2026), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Dari total 15 orang yang diamankan, sembilan orang langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.

Hingga kini, KPK belum mengungkap detail dugaan perkara yang sedang didalami.

Profil Wali Kota Madiun Maidi

Maidi diketahui merupakan wali kota Madiun periode 2025-2030. Ia sebelumnya juga menjabat pada periode 2019-2024. Sosoknya dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai birokrat sebelum terjun ke dunia politik.

Berdasarkan laman resmi Pemerintah Kota Madiun, Maidi lahir pada 12 Mei 1961. Kariernya bermula di dunia pendidikan sebagai guru geografi di SMAN 1 Madiun sejak 1989 hingga 2002.

Pada 2002, Maidi diangkat menjadi Kepala SMAN 2 Madiun. Di tahun yang sama, tepatnya 7 Juli 2002, ia dipercaya menjabat Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.

Kariernya terus menanjak. Setahun kemudian, pada 7 Juli 2003, Maidi ditunjuk sebagai penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun. Pada 6 Desember 2005, ia dilantik sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun.

Pada 2006, Maidi kembali memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun. Puncak karier birokrasi diraihnya saat dilantik menjadi Sekretaris Daerah Kota Madiun pada 2009. Jabatan tersebut diembannya hingga Februari 2018.

Setelah pensiun sebagai birokrat, Maidi terjun ke dunia politik. Ia tercatat sebagai politisi Partai Gerindra dengan latar belakang pendidikan bergelar Dr Drs H Maidi, SH, MM, MPd.

Maidi pertama kali terpilih sebagai Wali Kota Madiun pada Pilkada 2018 untuk periode 2019-2024. Ia kembali maju dalam Pilkada serentak November 2024, berpasangan dengan Bagus Panuntun sebagai calon wakil wali kota.

Pasangan Maidi-Bagus Panuntun keluar sebagai pemenang dengan perolehan 65.583 suara atau 56 persen. Mereka unggul atas pasangan Bonie Laksmana-Bagus Rizki yang meraih 45.923 suara atau 39,2 persen, serta pasangan Inda Raya-Aldi dengan 5.522 suara atau 4,7 persen.

Kemenangan tersebut diraih di seluruh tiga kecamatan di Kota Madiun. Dalam kontestasi itu, Maidi dan pasangannya didukung 11 partai politik, yakni PSI, Nasdem, Partai Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.

Maidi dan Bagus Panuntun resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun periode 2025-2030 di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 20 Februari 2025. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kini, masa kepemimpinan periode kedua Maidi di Kota Madiun tengah menjadi sorotan seiring langkah hukum yang diambil KPK melalui OTT tersebut.

error: Content is protected !!