PATI, Blok7.id – Aksi pengeroyokan brutal terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari di Desa Njering, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Delapan pemuda yang baru saja pulang dari masjid untuk sahur menjadi korban serangan membabi-buta oleh sekelompok orang tak dikenal.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Peristiwa mencekam itu terjadi di pertigaan arah Masjid Desa Njering, tepat saat para pemuda hendak kembali ke rumah masing-masing.
“Tanpa diduga, sekitar 30 orang tiba-tiba mendatangi mereka dan langsung melakukan penyerangan secara brutal,” ucap RD saksi mata di TKP, Sabtu (28/2/2026).
Selain itu, menurut keterangan warga sekitar, para pelaku tidak hanya mengeroyok dengan tangan kosong, tetapi juga diduga membawa senjata tajam serta botol minuman keras.
Situasi dini hari yang seharusnya khusyuk dan tenang berubah menjadi kepanikan.
“Dua warga setempat, DW dan AR, sempat berusaha melerai aksi pengeroyokan tersebut. Namun nahas, keduanya justru ikut menjadi sasaran amukan massa dan mengalami pemukulan,” ungkap GK warga wilayah setempat.
Akibat kejadian itu, dua dari delapan pemuda Desa Njering mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara korban lainnya mengalami luka-luka akibat pukulan dan tendangan.
“Para pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang tersebut diduga kuat berasal dari desa tetangga, yakni Desa Purwokerto Mbangkol. Hingga kini, motif penyerangan masih belum diketahui secara pasti,” lanjut GK.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian di Polsek Tayu dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan.
Aparat diharapkan segera mengungkap dalang serta motif di balik aksi brutal yang mencoreng suasana menjelang sahur tersebut.
Warga Desa Njering berharap aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang serta situasi keamanan di wilayah Tayu kembali kondusif.
(Doni)
