Semarang. Blok7.id – Anggota Komisi II DPR, Edi Oloan Pasaribu, menyoroti persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan utama di Jawa Tengah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ia menilai, dibutuhkan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menekan angka tersebut.
Hal itu disampaikan Edi saat mengikuti kunjungan spesifik Komisi II DPR ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, meski ada sejumlah capaian pembangunan yang diraih Pemprov Jateng, dampaknya terhadap penurunan kemiskinan dinilai belum signifikan.
“Memang tadi ada capaian pemprov Jawa Tengah dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk kontribusi daerah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang tergolong tinggi secara nasional. Namun, capaian tersebut belum berdampak kepada angka kemiskinan turun secara signifikan,” ujar Edi.
Edi menekankan pentingnya visi besar dari kepala daerah dalam mengelola potensi wilayah. Ia menyebut peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan penguatan ekonomi lokal harus menjadi fokus utama.
Selain itu, ia juga menyoroti tingginya ketergantungan daerah terhadap transfer anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi ini dinilai perlu segera diatasi dengan pendekatan yang lebih inovatif.
Politisi Fraksi PAN itu mendorong kepala daerah untuk mulai mengadopsi pola pikir kewirausahaan dalam menjalankan pemerintahan, termasuk memaksimalkan aset daerah sebagai sumber pendapatan baru.
“Saya tentu mendorong agar kepala daerah melakukan Inovasi dan kreativitas agar menciptakan kemandirian fiskal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepannya,” kata Edi.
Dalam kesempatan yang sama, Edi juga mengapresiasi tata kelola pemerintahan di Jawa Tengah, khususnya dalam penerapan sistem meritokrasi pada rekrutmen aparatur sipil negara.
“Saya juga mengapresiasi terhadap tata kelola pemerintahan di Jawa Tengah, khususnya dalam penerapan sistem meritokrasi pada proses rekrutmen aparatur sipil negara yang dinilai berjalan transparan dan profesional,” imbuhnya.
Ia berharap ke depan akan muncul daerah percontohan di Jawa Tengah yang mampu tumbuh secara mandiri, dengan kekuatan fiskal yang baik dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
