​CILACAP, Blok7.id – Komitmen pemberantasan radikalisme di balik jeruji besi kembali membuahkan hasil nyata. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Pasir Putih, Andi Yudho Sutijono, menghadiri langsung Upacara Ikrar Setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diikrarkan oleh dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus tindak pidana terorisme di Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar, Nusakambangan.

Momen krusial ini menjadi bukti valid keberhasilan program deradikalisasi di pulau penjara tersebut. Kedua narapidana terorisme (napiter) yang sebelumnya memiliki pemahaman radikal ekstrem, bahkan sempat menolak mengakui kedaulatan negara, kini berbalik arah. Di bawah sumpah, keduanya menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah menjalani pembinaan intensif, penanaman wawasan kebangsaan, serta pendekatan persuasif yang terukur di Lapas Khusus Karanganyar.

​”Perubahan sikap dari ideologi radikal menuju pemahaman yang moderat ini tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah buah dari proses pembinaan yang konsisten, humanis, namun tetap tegas,” ucap Kalapas Pasir Putih, Andi Yudho Sutijono, saat memberikan apresiasinya terhadap jajaran Lapas Karanganyar, Senin (18/5/2026).

​Kolaborasi Lintas Lini Pengawal Ideologi

​Keberhasilan ini tidak lepas dari runtuhnya ego sektoral antar-instansi. Upacara yang berlangsung khidmat dan emosional tersebut disaksikan langsung oleh kekuatan penuh aparat penegak hukum dan lembaga negara, antara lain:

  • ​Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT selaku garda depan pemantauan ideologi.
  • ​TNI dan POLRI (Kopassus Daun Lumbung Cilacap, Lanal Cilacap, Kodim 0703/Cilacap) sebagai pengawal kedaulatan.
  • ​Kementerian Agama Kabupaten Cilacap dan Bapas Nusakambangan yang menyuntikkan penguatan spiritual serta kesiapan reintegrasi sosial.

“Kehadiran lintas sektoral ini menegaskan bahwa urusan deradikalisasi bukan hanya bertumpu pada pundak pemasyarakatan semata, melainkan kerja kolektif demi keamanan nasional,” tambah Andi Yudho Sutijono.

​Hadirnya ikrar setia ini diharapkan mampu menjadi riak positif yang memotivasi warga binaan terorisme lainnya di Nusakambangan untuk melepaskan ideologi ekstremis, kembali mencintai tanah air, dan bersiap menjadi warga negara yang produktif pasca bebas nanti.

(Redaksi/Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!