Blok7.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Purbaya Yudhi Sadewa merespons sorotan media asing terkait sejumlah program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kritik itu terutama diarahkan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai bisa membebani anggaran negara.
Purbaya menilai kekhawatiran tersebut terlalu berlebihan. Menurutnya, posisi fiskal Indonesia saat ini masih jauh lebih sehat dibanding banyak negara di Eropa yang memiliki tingkat defisit lebih besar.
“Kalau lihat Eropa, berapa defisitnya? Jauh lebih besar dari Indonesia,” kata Purbaya.
Ia menegaskan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional. Meski membutuhkan anggaran besar, pemerintah disebut telah menghitung kemampuan APBN secara matang.
Menurut Purbaya, Indonesia masih memiliki ruang fiskal yang cukup kuat. Karena itu, program-program baru tidak otomatis membuat kondisi keuangan negara menjadi berbahaya.
Ia juga memastikan pemerintah tidak akan sembarangan memperlebar defisit ataupun menambah utang tanpa perhitungan. Seluruh kebijakan tetap disesuaikan dengan kemampuan penerimaan negara dan kondisi ekonomi nasional.
Purbaya menjelaskan, program MBG maupun Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah. Program itu diyakini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Sebelumnya, sejumlah media asing menyoroti kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo. Mereka menilai beberapa program populis berpotensi menekan APBN dan meningkatkan risiko fiskal Indonesia dalam jangka panjang.
Meski demikian, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi tetap bisa dijaga bersamaan dengan pelaksanaan program-program prioritas tersebut.
