Karanganyar. Blok7.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bukanlah supermarket.
Menurutnya, koperasi tersebut merupakan infrastruktur pemerintah yang nantinya bertugas menyalurkan berbagai program hingga menyerap hasil panen petani dan tangkapan nelayan.
Zulhas mengatakan operasional Kopdes Merah Putih di sejumlah daerah memang belum dimulai. Saat ini pemerintah masih menyiapkan manajer yang akan mengelola koperasi tersebut.
“Kok sekarang belum jalan (kopdes)? Memang belum jadi. Nanti perkiraan bulan Oktober baru akan ada manajer-manajernya dipersiapkan, sehingga diperkirakan akhir tahun sudah bisa berjalan sebagian ke kira-kira 36.000 (kopdes) ya,” kata Zulhas usai menghadiri jambore Aisyiyah di Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan para manajer dibutuhkan agar penyaluran berbagai bantuan pemerintah bisa langsung menjangkau masyarakat di tingkat desa.
Menurut Zulhas, Kopdes Merah Putih memiliki fungsi berbeda dengan jaringan ritel modern.
“Koperasi desa itu beda dengan supermarket ya, Kopdes itu adalah infrastruktur pemerintah. Dia nanti tugasnya membagi bantuan-bantuan pemerintah seperti bansos, PKH, alat-alat pertanian, nanti di koperasi itu,” ujarnya.
Tak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan pemerintah, Kopdes Merah Putih juga disiapkan sebagai offtaker atau pembeli siaga ketika harga komoditas petani dan nelayan jatuh di pasaran.
“Kalau harga gabah di bawah harga acuan, harga ikan nelayan terlalu murah, maka nanti yang beli adalah koperasi desa. Jadi dia offtaker, nanti koperasi jualnya ke Bulog, kalau ikan ke SPPG,” ucap Zulhas.
Di sisi lain, pemerintah juga terus membenahi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Zulhas mengatakan Presiden telah mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti menyalahgunakan program tersebut.
“Setelah manajemennya diganti, ya, presiden kan sudah ambil tindakan tegas yang salah ya diproses hukum. Sekarang kita sedang membenahi agar program makan sangat sakral diperlukan rakyat itu bisa kita lanjutkan,” tegasnya.
Pemerintah akan memprioritaskan pengoperasian sekitar 36 ribu Kopdes Merah Putih hingga akhir tahun. Setelah itu, program akan diperluas ke daerah lainnya.
“Kita fokus dulu yang 36.000 itu, yang lainnya kita akan lihat nanti tahun depan,” tuturnya.
Saat disinggung mengenai Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), Zulhas enggan menjelaskan lebih lanjut.
“Itu tanyakan Menhan ya,” pungkasnya.
