Blok7.id – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
Ia akan menggantikan Nanik S Deyang yang memutuskan mundur dari jabatannya.Pelantikan Sudaryono dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7/2026) sore.
Kepastian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
“Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala selaku Kepala BGN adalah beliau Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” kata Mensesneg, Prasetyo Hadi, kepada wartawan.
Sebelumnya, Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN melalui akun Facebook pribadinya.
Profil Sudaryono
Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Saat ini ia masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Komisaris Utama Pupuk Indonesia.
Selama ini, Sudaryono dikenal sebagai politikus sekaligus pengusaha. Ia juga menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama.
Sebelum aktif di pemerintahan, Sudaryono pernah menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto selama lima tahun, yakni pada 2009 hingga 2014.
Kariernya kemudian berlanjut di dunia media dan bisnis. Pada 2018, ia menjabat sebagai CEO Garuda TV.
Setahun kemudian, Sudaryono dipercaya menjadi CEO PT Nusantara Telematics System. Sejak 2020, ia juga menjabat sebagai Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma.
Di bidang politik, Sudaryono saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah.
Kekayaan Sudaryono
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK menunjukkan nilai kekayaan Sudaryono mengalami kenaikan signifikan dalam satu tahun terakhir.
Dalam LHKPN per 20 Januari 2025, total kekayaan bersih Sudaryono tercatat sebesar Rp8.861.192.525 atau sekitar Rp8,86 miliar.Sementara itu, berdasarkan LHKPN yang dilaporkan pada 29 Maret 2026, total kekayaannya meningkat menjadi Rp31.394.894.928 atau sekitar Rp31,39 miliar.
Dengan demikian, kekayaan bersihnya bertambah sekitar Rp22,5 miliar dalam kurun waktu satu tahun.Aset terbesar Sudaryono berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan yang nilainya mencapai sekitar Rp69,69 miliar.
Ia tercatat memiliki lebih dari 21 bidang properti yang tersebar di Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Semarang, Sukoharjo, Jepara, Klaten, hingga Jakarta Selatan.
Beberapa aset properti memiliki nilai cukup besar, di antaranya tanah dan bangunan di Semarang senilai Rp16 miliar serta tanah dan bangunan di Klaten senilai Rp14 miliar.
Selain properti, Sudaryono juga memiliki kendaraan mewah, surat berharga, serta kas dan setara kas.Secara keseluruhan, total aset yang dimilikinya mencapai sekitar Rp91 miliar.
Namun, ia juga memiliki utang sebesar Rp60,3 miliar hingga Rp60,4 miliar. Setelah dikurangi kewajiban tersebut, total kekayaan bersihnya tercatat sekitar Rp31 miliar.
Dalam LHKPN, seluruh harta kekayaan Sudaryono dilaporkan berasal dari hasil usaha sendiri. Kenaikan nilai kekayaannya disebut sejalan dengan perkembangan bisnis yang dijalankannya di sektor media, teknologi, farmasi, dan pangan.
