Jakarta, Blok7.id – Utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.293,69 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut meningkat Rp373,27 triliun dibandingkan posisi pada akhir Maret 2026 yang tercatat sebesar Rp9.920,42 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, jumlah utang tersebut setara dengan 41,26% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebagian besar utang pemerintah berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Hingga 30 Juni 2026, outstanding SBN mencapai Rp8.966,79 triliun.

Sementara itu, utang yang berasal dari pinjaman tercatat sebesar Rp1.326,90 triliun.

Jika dibandingkan dengan posisi pada akhir kuartal I-2026, utang melalui SBN bertambah sekitar Rp313,9 triliun. Sebelumnya, outstanding SBN tercatat Rp8.652,89 triliun.

Utang pemerintah dalam bentuk pinjaman juga mengalami kenaikan. Nilainya bertambah Rp59,38 triliun dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp1.267,52 triliun.

Dengan komposisi tersebut, SBN menyumbang sekitar 87,1% dari keseluruhan utang pemerintah. Adapun porsi pinjaman berada di kisaran 12,9%.

Meski terus meningkat secara nominal, rasio utang pemerintah terhadap PDB masih berada di bawah batas yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Aturan tersebut menetapkan batas maksimal rasio utang sebesar 60% terhadap PDB.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rasio utang negara sebesar 40,54% terhadap PDB pada 2025 masih berada dalam kondisi aman.

Ia menjelaskan bahwa rasio utang meningkat dari 39,81% terhadap PDB pada 2024 menjadi 40,54% pada 2025. Namun, angka tersebut masih cukup jauh dari ambang batas 60% yang diatur dalam undang-undang.

Pemerintah menegaskan pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati dan terukur. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional, menjaga pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Selain menjaga rasio utang tetap di bawah batas maksimal, pemerintah juga terus memperhatikan risiko serta struktur utang agar tetap sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!