Jakarta, Blok7.id – Presiden Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan. Program tersebut dinilai penting untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Prabowo mengatakan pembangunan manusia tidak bisa dilepaskan dari pemenuhan kebutuhan gizi. Ia ingin tidak ada anak Indonesia yang harus belajar dalam kondisi lapar.
Dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, serta DPD RI, Prabowo turut menyoroti persoalan stunting. Menurutnya, angka stunting di sejumlah wilayah sempat mencapai 25%.
“Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi dan kita laksanakan MBG untuk atasi itu, untuk atasi stunting yang dialami anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25%,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 & Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menggambarkan dampak stunting terhadap tumbuh kembang anak. Ia menyebut kondisi tersebut dapat membuat perkembangan sel otak dan tulang tidak maksimal.
Menurutnya, persoalan itu pada akhirnya bisa memengaruhi kemampuan anak ketika tumbuh dewasa. Bahkan, ia menilai ada anak yang mungkin kesulitan untuk bekerja sebagai buruh jika kondisi tersebut tidak ditangani.
Karena itu, Prabowo menegaskan MBG akan terus dijalankan. Namun, pelaksanaannya akan disertai perbaikan, peningkatan efisiensi, serta pengawasan.
Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari program tersebut. Ia menilai korupsi terhadap anggaran makanan anak merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Kita tidak boleh teriak 1 dari 4 anak stunting. Oleh karena itu, saya bertekad teruskan MBG tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi. Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini adalah orang orang biadab, tidak pantas kita hormati. Menurut saya ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Prabowo menegaskan program MBG akan tetap menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia.
