Jakarta, Blok7.id – Tas yang dikenakan Iriana Jokowi saat menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara menjadi sorotan.
Tas Chanel tersebut disebut merupakan koleksi terbatas Métiers d’Art 2024.Tas itu mengusung motif ornamen High Tea atau Tea Party. Koleksinya disebut sudah sulit ditemukan karena stoknya telah habis di sejumlah wilayah Eropa.
Informasi tersebut diungkap personal shopper Athena Thalia. Dia mengaku sempat menghubungi Chanel HQ di Amerika Serikat untuk mencari tahu ketersediaan tas yang dimaksud.
Dari informasi yang diperolehnya, tas tersebut sudah tidak tersedia dan masuk dalam kategori collector’s piece.
Athena juga mengaku sempat menemukan satu tas yang masih tersedia. Dia kemudian terkejut saat melihat model serupa dikenakan Iriana Jokowi dalam perayaan HUT ke-81 RI.
Tas tersebut diketahui merupakan Chanel Flap Bag edisi terbatas.
Harganya diperkirakan mencapai sekitar USD25.000 atau setara Rp450 juta.
Harga itu belum termasuk pajak dan ongkos pengiriman. Jika masuk ke Indonesia, nilainya diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp800 juta.
Namun, unggahan Athena mengenai tas tersebut kemudian mendapat perhatian luas. Athena lantas memberikan klarifikasi melalui akun Threads miliknya.
Dia mengakui terdapat kekeliruan dalam pemilihan kata pada unggahan sebelumnya. Athena sebelumnya menyebut tas tersebut sebagai “the only one in the world” atau satu-satunya di dunia.
Athena kemudian menjelaskan bahwa istilah yang lebih tepat adalah “the last one available” atau tas terakhir yang tersedia.
Dia mengatakan tidak bermaksud membuat narasi yang keliru maupun mengarahkan publik pada asumsi tertentu. Meski begitu, Athena mengakui pernyataannya tetap menimbulkan dampak.
Menurut Athena, dirinya seharusnya lebih berhati-hati, tepat, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Saya melakukan kesalahan dan bertanggung jawab sepenuhnya atas hal tersebut,” tulis Athena dalam klarifikasinya.
Setelah memberikan klarifikasi, Athena memutuskan menghapus unggahan sebelumnya.
Dia menyadari penghapusan unggahan tidak serta-merta menghilangkan jejak digital yang sudah tersebar. Namun, langkah tersebut diambil untuk mencegah munculnya asumsi atau kesalahpahaman baru.
Athena juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan koreksi dan perspektif lain terkait unggahannya.
Dia menyebut kejadian tersebut menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi dan memilih kata-kata di media sosial.
