JAKARTA, Blok7.id – Pemerintah mengubah sistem penentuan penerima bantuan sosial (bansos) mulai 2026.

Jika sebelumnya mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kini seluruh penyaluran bansos menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Perubahan tersebut membuat penentuan penerima bansos kini didasarkan pada sistem desil atau pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin rendah posisi desil, semakin besar peluang seseorang menjadi prioritas penerima bantuan.

Lantas, apa itu desil dan siapa saja yang berpeluang menerima bansos? Apa Itu DTSEN?

DTSEN merupakan basis data sosial ekonomi nasional yang digunakan pemerintah untuk menentukan sasaran berbagai program bantuan. Data ini menggantikan DTKS dan diklaim lebih akurat karena diperbarui secara berkala.

Melalui DTSEN, masyarakat dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan menggunakan sistem desil. Pengelompokan ini menjadi salah satu dasar penentuan penerima bansos pada 2026.

Apa Itu Desil?

Desil adalah sistem yang membagi seluruh masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi ekonomi, mulai dari desil 1 hingga desil 10.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan rumah tangga tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi angka desil menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik.Karena itu, masyarakat yang berada pada desil bawah menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam berbagai program bantuan sosial.

Urutan Desil dari Paling Miskin hingga Paling SejahteraDesil 1 (Sangat Miskin)Kelompok ini merupakan 10 persen masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah. Mereka menjadi prioritas utama penerima berbagai program bansos karena memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Desil 2 (Miskin)Kelompok ini berada pada lapisan 10-20 persen terbawah. Kondisi ekonominya masih rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan belum memiliki cadangan ekonomi yang memadai.

Desil 3 (Hampir Miskin)Rumah tangga pada kelompok ini belum tergolong miskin ekstrem, tetapi berisiko tinggi jatuh miskin apabila kehilangan pekerjaan, mengalami penurunan pendapatan, atau terjadi guncangan ekonomi.

Desil 4 (Rentan Miskin)Kelompok ini memiliki kondisi ekonomi yang relatif lebih stabil, namun masih berpotensi mengalami kesulitan keuangan apabila menghadapi kondisi darurat seperti sakit berat atau bencana.

Desil 5 (Pas-pasan)Desil 5 berada di batas antara kelompok rentan dan masyarakat menengah. Umumnya memiliki penghasilan tetap, tetapi belum memiliki ketahanan ekonomi yang kuat.

Desil 6 hingga Desil 10 (Menengah ke Atas)Kelompok ini dinilai memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik sehingga bukan menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial pemerintah.

Desil Berapa yang Bisa Menerima Bansos?

Meski desil menjadi acuan utama, tidak semua masyarakat pada desil bawah otomatis menerima bansos. Pemerintah tetap melakukan verifikasi data dan menyesuaikan dengan kuota masing-masing program.

Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), penerima diprioritaskan berasal dari desil 1 hingga desil 4 dengan kuota sekitar 10 juta keluarga.

Sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bansos sembako menyasar masyarakat pada desil 1 hingga desil 5 dengan target sekitar 18,2 juta keluarga.

Adapun Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) juga diprioritaskan berasal dari desil 1 hingga desil 5 dengan kuota sekitar 96,8 juta jiwa.

Cara Cek Status Desil Bansos 2026

Masyarakat dapat mengecek status desil melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Caranya, pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa atau kelurahan, lalu masukkan nama lengkap sesuai KTP beserta kode verifikasi. Setelah itu klik tombol Cari Data.

Selain melalui situs, pengecekan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos. Pengguna cukup login, memilih menu Cek Bansos, mengisi data wilayah dan nama lengkap. Sistem kemudian akan menampilkan status penerima bantuan sekaligus posisi desil yang tercatat dalam DTSEN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!