Blora. Blok7.id – Seekor sapi jenis Limosin asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencuri perhatian.

Bobotnya tak main-main, mencapai 1,1 ton dan kini diusulkan sebagai kandidat hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto.

Sapi jumbo itu milik Surati, petani warga Dukuh Kaligandu, Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo. Ia mengaku kaget sekaligus bangga saat ternaknya masuk seleksi kurban kepresidenan.

Sapi tersebut telah dipelihara Surati selama lima tahun terakhir. Menurutnya, perawatan yang dilakukan terbilang sederhana.

“Hanya diberi makan rumput seadanya dan minum campuran dedak,” ungkapnya, di Blora, Rabu (29/4/2026).

Saat ini, Surati memiliki empat ekor sapi di kandangnya. Seluruhnya merupakan jenis Limosin.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana, mengatakan daerahnya kembali mendapat jatah satu ekor sapi untuk bantuan kurban Presiden pada tahun ini.

Ia menyebut ada sejumlah syarat ketat yang harus dipenuhi agar sapi bisa lolos seleksi. Mulai dari kondisi kesehatan hingga kelengkapan fisik.

“Kondisi sapi saat ini sangat sehat dan terus dalam pantauan petugas kesehatan hewan. Ada sejumlah kriteria ketat dari pemerintah pusat dan provinsi yang harus dipenuhi, di antaranya sapi harus berkelamin jantan, tidak cacat fisik seperti telinga rusak atau pincang, serta organ reproduksinya harus normal,” jelasnya.

Jika seluruh tahapan verifikasi terpenuhi, sapi milik Surati itu berpeluang menjadi hewan kurban resmi bantuan Presiden untuk masyarakat.

Di sisi lain, menjelang Iduladha 2026, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora juga menggenjot vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan ternak, terutama yang akan dijadikan kurban.

Rasmiyana menjelaskan stok hewan kurban di Blora tergolong melimpah. Bahkan, sebagian ternak juga dikirim ke luar daerah.

“Untuk menjaga kualitas dan kesehatan ternak tersebut, pihaknya melakukan percepatan vaksinasi.DP4 Blora siapkan langkah galakkan vaksinasi PMK serta pastikan ternak yang akan dimanfaatkan untuk kurban mendapatkan vaksin guna mencegah penyebaran,” jelas Rasmiyana.

Program vaksinasi dilakukan di berbagai wilayah, salah satunya di Desa Temurejo, Kecamatan Blora. Sasaran tidak hanya peternak, tetapi juga sapi milik pedagang dan pengepul.

Pada 2026, Blora mendapatkan alokasi 60 ribu dosis vaksin PMK dari APBN. Hingga April, sekitar 9 ribu dosis telah digunakan, sementara sisanya masih akan terus didistribusikan.

Meski begitu, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan. Pasalnya, populasi sapi di Blora mencapai sekitar 176 ribu ekor.

Data hingga April 2026 mencatat ada 30 kasus PMK. Namun jumlah itu lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dan tidak ada laporan kematian ternak.

Rasmiyana menyebut penyebaran kasus dipicu beberapa faktor, seperti pembelian ternak baru dan mobilitas pedagang di pasar yang tinggi. Kondisi itu membuat risiko penularan di lapangan masih perlu diwaspadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!