Spread the love

JAKARTA, Blok7.id – Komisi IX DPR RI menggelar rapat kerja (raker) yang memanas bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Oktober 2025.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Rapat tersebut fokus membahas melonjaknya kasus keracunan massal yang terus menghantui pelaksanaan program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Dalam raker tersebut, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, melontarkan kritik keras dan menyoroti dugaan praktik curang yang serius, yakni adanya jual beli sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia MBG.

​”Saya mau bicara sertifikasi. Ingat ya, sertifikasi ini banyak sekali disalahgunakan. Diperjualbelikan,” tegas Irma, merujuk pada temuan bahwa sertifikat kelayakan higiene sanitasi untuk dapur MBG diduga bisa dibeli tanpa memenuhi standar faktual di lapangan.

​Irma memperingatkan Kepala BGN, Dadan Hindayana, bahwa praktik kotor ini merupakan pelanggaran berat dan harus segera ditindak tegas. Ia tidak segan melontarkan ancaman sanksi tertinggi dari Istana Negara.

​”Jika praktik itu terus terjadi dan tidak ditindak tegas, maka Kepala BGN Dadan Hindayana berpotensi diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Irma, menekankan bahwa kelalaian dalam pengawasan mutu dan sertifikasi dapur SPPG secara langsung berdampak pada keselamatan dan gizi penerima MBG, yang berujung pada kasus keracunan.

​Rapat ini menggarisbawahi desakan DPR agar BGN segera membenahi total tata kelola MBG, khususnya terkait standar kebersihan, sanitasi, dan proses pengadaan makanan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan awal tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat. (Hans)

error: Content is protected !!