Blok7.id – Kementerian Pertanian mulai tancap gas mengakselerasi produksi tebu nasional.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Upaya ini ditandai dengan kegiatan Tanam Bersama Pengembangan Kawasan Tebu 2025 yang digelar di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, Rabu (3/12).
Sekretaris Ditjen Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan, langkah memperluas kawasan tebu menjadi strategi penting pemerintah untuk menuju swasembada gula.
“Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tebu melalui revitalisasi lahan dan penyediaan benih unggul. Ini komitmen untuk memperkuat ketahanan gula nasional,” ujar Heru.
Provinsi Jawa Tengah mendapat alokasi 12.076 hektare pada program 2025, dengan Blora mengantongi target 1.072,13 hektare. Di daerah ini, prosesnya sudah berjalan mulai dari distribusi benih, pengolahan lahan, hingga penanaman.
Heru menekankan perlunya koordinasi erat antara pemerintah daerah, penyuluh, dan pabrik gula agar target tanam bisa dikejar tepat waktu.
“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata dia.
Pada kegiatan tanam bersama, petani menerima benih varietas Bulu Lawang (BL) yang dikenal memiliki potensi hasil tinggi, mencapai sekitar 94 ton per hektare dengan rendemen 7,51 persen.
Ia berharap produktivitas tebu di Blora meningkat dan memperkuat kemitraan dengan pabrik gula, termasuk PG Gendhis Multi Manis (GMM).
Selain mengejar target swasembada, program ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, dan mendongkrak ekonomi pedesaan.
“Tujuan akhirnya adalah swasembada gula sekaligus peningkatan kesejahteraan pekebun,” tegas Heru.
Di kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyoroti pentingnya percepatan pengembangan kawasan tebu untuk mendongkrak produksi gula nasional.
Ia menilai Indonesia harus mengurangi ketergantungan pada impor.
“Kita ingin Indonesia kembali menjadi negara kuat dalam produksi gula. Tebu harus diperluas, rendemen harus naik, dan petani harus sejahtera. Itu tujuan besar kita,” tegas Amran.
Ia memastikan dukungan seperti benih unggul, pembiayaan, hingga pendampingan teknis akan disalurkan langsung ke petani.
