Spread the love

BLORA, Blok7.id – Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Lusi, Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora Kota, kembali diperketat setelah delapan santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Ma’un dilaporkan berada dalam insiden tragis pada Kamis siang. Hingga hari ini, tiga korban masih dinyatakan hilang.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tim SAR gabungan bersama kepolisian dan relawan terus melakukan penyisiran menyusuri aliran sungai.

Metode pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan, penyelaman manual pada titik-titik yang dicurigai, serta pemantauan aliran sungai yang berpotensi membawa korban ke area lebih jauh.

Dari delapan remaja yang terseret arus, tiga berhasil diselamatkan dan sudah dievakuasi dalam kondisi selamat:

  1. Fatma Azya Azzahira (17), warga Kelurahan Kedungjenar, Blora
  2. Aqiella Ghasany (15), warga Randublatung
  3. Raisha Afiqa Maulida (14), warga Randublatung

Sementara itu, dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia:

  1. Nur Cahyati (15), warga Desa Kawengan, Jepon, ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB
  2. Nurita Aprila Sari (16), warga Kunduran, ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB

Adapun tiga santri lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim:

  1. Chika Permata Meylani (16), warga Desa Doglik, Todanan
  2. Asyifa Fitria Ramadhani (13), warga Dukuh Nglawungan, Tunjungan
  3. Sulistiyana Rofiatun (12), warga Desa Gempolrejo, Tunjungan

Koordinator lapangan Tim SAR menyebutkan bahwa cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait visibilitas penyelaman dan kecepatan arus.

“Kami terus berupaya maksimal. Pencarian tidak akan dihentikan sampai seluruh korban ditemukan,” ujarnya.

Pihak berwenang juga mengimbau warga agar tidak mendekati area pencarian demi keselamatan serta meminta masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi pencarian direncanakan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi. (Hans)

error: Content is protected !!