BLORA, Blok7.id – Aksi spontanitas warga yang dimotori oleh aktivis lokal ‘Mat Tohek’ alias ‘Lilik Yuliantoro’ dalam memprotes kerusakan Jalan Provinsi Randublatung-Cepu akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meski anggaran miliaran rupiah telah disiapkan untuk perbaikan, aktivis lokal ini menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengawal proyek tersebut hingga tuntas agar tidak dikerjakan asal-asalan, Rabu (3/6/2026).
Sebelumnya, Lilik menyita perhatian publik sejak Sabtu (30/5/2026) dengan melakukan aksi mengecat jalan sebagai bentuk sindiran kepada Gubernur Jateng. Puncaknya pada Minggu (31/5/2026), ia bersama warga sekitar menggelar aksi grosok jalan dan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah sebagai bentuk protes atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung membaik.
Menyikapi respons dari Pemprov Jateng, Lilik Yuliantoro menegaskan bahwa dirinya bersama warga akan mengawasi jalannya proyek secara ketat. Ia secara blak-blakan menolak metode perbaikan yang hanya bersifat formalitas.

“Kami menolak perbaikan yang hanya tambal sulam. Jalan ini jalur utama, jadi harus dicor beton. Kalaupun menggunakan hotmix, harus hotmix yang berkualitas tinggi, bukan yang asal-asalan,” tegas Lilik.
Ia juga menambahkan bahwa warga tidak akan segan-segan turun ke jalan dan melakukan aksi serupa jika di kemudian hari mendapati pengerjaan proyek dilakukan di bawah standar mutu.
“Kita akan aksi lagi jika tuntutan perbaikan infrastruktur yang tak bermutu sesuai standard. Kita kawal. Jangan tambal sulam,” tegasnya.
Untuk diketahui bersama, Lilik Yuliantoro juga membentangkan simbol kartu kuning sebagai bentuk peringatan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kartu kuning tersebut menjadi simbol kritik sekaligus peringatan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata memperbaiki jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.
Merespons dinamika di lapangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu sebenarnya sudah masuk dalam program prioritas tahun anggaran 2026 dan kini sedang dalam proses lelang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,276 miliar untuk tahun ini. Fokus utama perbaikan akan menyasar kerusakan berat di wilayah Desa Kediren.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” jelas Henggar dalam rilis resminya, Senin (1/6/2026).
Henggar juga menambahkan, selain mengandalkan APBD Provinsi yang totalnya mencapai Rp 45,86 miliar untuk wilayah Blora sepanjang 2025-2026, pihak Pemprov juga tengah memperjuangkan dana tambahan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) sebesar Rp 46,6 miliar ke Kementerian PU untuk percepatan jalur Singget-Doplang-Cepu.
(Redaksi/Hans)
