Spread the love

BLORA, Blok7.id – Suasana sore di perempatan Maguwan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, berubah mencekam setelah sebuah truk tronton bermuatan semen diduga mengalami rem blong dan menabrak lima sepeda motor yang tengah berhenti di lampu lalu lintas.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Sabtu sore (7/3/2026) di kawasan Traffic Light Maguwan, salah satu persimpangan padat kendaraan di jalur tersebut. Truk tronton bernomor polisi L 9771 UA dilaporkan melaju dari arah barat menuju timur sebelum akhirnya kehilangan kendali.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, truk yang diduga mengalami rem blong itu langsung menghantam para pengendara motor yang sedang berhenti menunggu lampu hijau.

“Truk dari arah barat menuju timur. Tepat sebelum lampu merah Maguwan, truk diduga mengalami rem blong dan langsung menggasak lima pemotor yang berhenti di depan,” ujar IM, saksi mata di lokasi kejadian, Sabtu (7/3/2026).

Setelah menabrak para pengendara motor, truk tidak langsung berhenti. Kendaraan berat itu terus melaju sejauh kurang lebih 600 meter hingga mendekati kawasan SMAN 1 Tunjungan. Truk baru berhasil berhenti setelah sopir membanting setir ke kiri dan menabrak trotoar di sisi jalan.

Akibat kecelakaan tersebut, lima pengendara motor menjadi korban. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat berbeda.

Dari empat korban yang selamat, satu orang mengalami luka parah dan diketahui merupakan seorang kebon sekolah dan korban meninggal adalah guru agama di SMPN 1 Tunjungan.

“Dari korban pemotor, tiga luka-luka, satu meninggal dunia dan satu luka parah,” tambah saksi tersebut.

Petugas dari Satlantas Polres Blora langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan kecelakaan, mengevakuasi korban, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta memeriksa kondisi kendaraan dan pengemudi truk.

Insiden ini kembali menjadi pengingat serius tentang bahaya kendaraan berat dengan sistem pengereman bermasalah, terutama di jalur padat dan kawasan persimpangan lampu lalu lintas.

(Redaksi/Hans)

error: Content is protected !!