Jeddah. Blok7.id – Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah terus melakukan pengawasan terhadap proses kepulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pemantauan difokuskan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, yang menjadi salah satu pintu utama keberangkatan jemaah menuju tanah air.
Berdasarkan data Satgas Bandara per 7 Maret 2026 pukul 23.00 waktu setempat, tercatat sebanyak 341 jemaah dari sejumlah penyelenggara perjalanan umrah masih menunggu kepastian jadwal kepulangan.
Sambil menunggu penerbangan, para jemaah tersebut sementara diinapkan di beberapa hotel di Jeddah dan Makkah.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah juga terus berlangsung melalui sejumlah maskapai penerbangan.
Beberapa maskapai yang melayani penerbangan antara lain Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan IndiGo.Pada 7 Maret 2026 saja, tercatat sebanyak 1.665 jemaah telah dijadwalkan pulang ke Indonesia melalui sejumlah penerbangan dari Bandara Jeddah.
Secara keseluruhan, hingga saat ini sebanyak 17.447 jemaah umrah Indonesia telah berhasil dipulangkan ke tanah air melalui berbagai penerbangan dari Arab Saudi.
Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi jemaah serta aktivitas layanan di bandara.
“Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di area layanan bandara. Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jemaah yang tertahan kepulangannya serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan dapat segera diselesaikan,” ujar Ilham di Jeddah, Sabtu (7/3).
Selain pemantauan di bandara, KUH Jeddah juga memberikan pendampingan kepada 33 jemaah dari salah satu travel yang saat ini berada di Makkah. Para jemaah tersebut sementara ditempatkan di hotel sambil menunggu kepastian tiket kepulangan.
Ilham menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan travel dan otoritas terkait di Arab Saudi agar jemaah dapat segera dipulangkan tanpa harus menanggung biaya tambahan.
“Kami terus mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
