Spread the love

Blok7.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti maraknya konten destruktif di ruang digital yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kondisi tersebut disebut dapat berdampak buruk terhadap generasi muda jika tidak segera ditangani secara serius.

MUI kemudian menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam upaya membersihkan ruang digital dari konten yang dinilai amoral dan tidak mendidik.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah, untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan bermartabat.

“MUI secara khusus memberikan dukungan kepada Presiden Republik Indonesia, kepada Menteri Komdigi dan juga seluruh aparatur negara untuk mewujudkan ruang digital yang sehat dan bermartabat,” ungkap Kiai Ni’am, kepada MUI Digital di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Ia menilai ruang digital seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban, bukan sebaliknya.

“Pada saat yang sama, kita memproteksi bahkan memerangi ekosistem digital destruktif yang merusak masa depan generasi muda,” kata Kiai Ni’am.

Lebih lanjut, MUI juga mendorong penegakan hukum terhadap pelanggaran di dunia siber. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan kebebasan digital.

“Karena kita tahu ada sekelompok orang yang mengambil manfaat dari kebebasan tanpa batas untuk meraut keuntungan ekonomi, sebagian elemen merusak generasi dengan tradisi, dengan konten yang bertentangan dengan norma agama, bertentangan dengan kesusilaan, bertentangan dengan asas kepatutan dan juga kepantasan di tengah masyarakat,” kata Kiai Ni’am.

Ia menilai saat ini masih banyak konten digital yang bersifat negatif, mulai dari pornografi, judi online, hingga konten permainan yang tidak bermanfaat dan cenderung membuat kecanduan.

Selain itu, ujaran kebencian hingga konten yang mendorong perilaku destruktif juga dinilai semakin mudah ditemukan di berbagai platform digital.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ancaman serius karena dianggap perlahan dinormalisasi di tengah masyarakat akibat terus berulang di ruang digital.

MUI pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi kejahatan siber serta mendukung penguatan regulasi di ruang digital demi menjaga martabat bangsa.

“Dukung terus Indonesia Bermartabat melalui regulasi ruang digital, hal ini semata untuk kepentingan kebaikan negeri dan ayo perang bersama terhadap kejahatan berbasis cyber termasuk pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kebebasan tanpa batas itu,” ujar dia.

error: Content is protected !!