Spread the love

Jakarta. Blok7.id – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Kepastian ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menkeu menegaskan, kebijakan subsidi BBM telah dihitung dengan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang menyentuh 100 dolar AS per barel.

“Subsidi terhadap BBM akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” kata Menkeu.

Ia menjelaskan, dengan perhitungan tersebut, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di kisaran 2,9 persen.

Pemerintah juga memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun. Dana ini disiapkan untuk mengantisipasi tekanan tambahan, termasuk jika harga minyak melonjak lebih tinggi dari perkiraan.

Meski begitu, pemerintah menilai kemungkinan harga minyak bertahan tinggi dalam waktu lama relatif kecil.

Menkeu pun meminta masyarakat tidak terpancing spekulasi terkait kondisi keuangan negara. Ia memastikan kapasitas fiskal pemerintah masih cukup kuat.

“Masyarakat nggak usah khawatir, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan kami sudah hitung cukup,” tegasnya.

Di sisi lain, Menkeu menjelaskan defisit yang meningkat di awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan belanja pemerintah. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi lebih merata sepanjang tahun.

“Saya ingin menciptakan belanja pemerintah hampir merata pertumbuhannya sepanjang tahun. Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menkeu juga memaparkan kinerja APBN 2025 yang dinilai membaik. Defisit bahkan berpotensi lebih rendah dari target awal 2,91 persen menjadi sekitar 2,8 persen.

“Jadi kondisi anggaran yang kita tidak seburuk yang kita duga sebelumnya. Dan yang paling penting adalah dengan defisit yang masih terjaga pada waktu itu, kita bisa menciptakan pembalikan arah ekonomi,” ujar Menkeu.

Perbaikan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39 persen pada triwulan IV 2025 dan diproyeksikan bisa menembus di atas 5,5 persen.

“Jadi kalau ekonominya bagus, pendapatan bagus, nanti uang yang saya bagi ke Kementerian/Lembaga juga lebih konsisten, bisa lebih banyak sedikit, harusnya ekonomi kita akan membaik terus ke depan,” kata Menkeu.

error: Content is protected !!