Jakarta. Blok7.id – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara terkait kenaikan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram yang ramai disorot publik.

Ia menegaskan kebijakan energi pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat tidak mampu.

Menurut Bahlil, LPG 12 kg memang masuk kategori nonsubsidi yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat mampu.

Karena itu, ia mempertanyakan keberatan atas kenaikan harga tersebut.

“Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah?” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Ia menekankan negara tetap hadir untuk seluruh masyarakat, namun prioritas utama tetap diberikan kepada kelompok rentan. Bahlil menilai masyarakat mampu seharusnya ikut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan subsidi energi.

“Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu itu aja kok,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga LPG 3 kg bersubsidi tidak akan naik dalam waktu dekat. Kebijakan ini disebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat kecil.

Bahlil juga menyinggung masih adanya penggunaan LPG subsidi oleh kalangan berpenghasilan tinggi.

Ia menilai praktik tersebut tidak tepat sasaran dan bisa membebani anggaran negara.

“Masa orang kaya pendapatannya di atas Rp 500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo?” ujarnya.

Terkait ketersediaan pasokan, pemerintah memastikan stok LPG nasional dalam kondisi aman. Koordinasi terus dilakukan bersama Pertamina guna menjaga ketahanan energi.

Bahlil menyebut cadangan LPG saat ini berada di atas batas minimum nasional sehingga distribusi tetap terkendali.

Meski begitu, pemerintah mengakui Indonesia masih bergantung pada impor LPG. Berbagai upaya tengah disiapkan untuk mengurangi ketergantungan tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!