Blora. Blok7.id – Seorang pria berinisial PL (30), warga Dukuh Jambe, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Blora, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur area persawahan, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa ini dibenarkan oleh pihak kepolisian. Kapolsek Cepu AKP Edi Santosa melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono menyebut laporan pertama kali diterima dari warga setempat.
“Benar, Polsek Cepu telah menerima laporan adanya warga yang meninggal dunia karena tenggelam di sumur. Petugas bersama tim medis Puskesmas Cepu sudah mendatangi TKP,” terang Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban sempat mengeluh tidak enak badan dan diantar untuk berobat.
Setelah kembali ke rumah, keluarga korban diketahui pergi ke ladang. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, saksi mendengar suara dari arah sumur.
Saat dicek, korban sudah dalam kondisi tenggelam di dalam sumur. Saksi kemudian meminta bantuan warga dan segera memberi tahu pihak keluarga.
Petugas kepolisian bersama tenaga medis langsung melakukan pemeriksaan di lokasi. Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Nana Farida dari Puskesmas Cepu.
“Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal karena kehabisan oksigen. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelas AKP Midiyono.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan depresi dan rutin menjalani kontrol di Puskesmas Cepu.
Bahkan, korban disebut pernah beberapa kali melakukan percobaan serupa sebelumnya.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Atas nama Polres Blora kami turut berduka cita. Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental keluarga. Jika ada anggota keluarga yang mengalami tekanan atau gejala depresi, segera ajak bicara dan dampingi untuk mendapat bantuan profesional,” tutup AKP Midiyono.
Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami krisis atau membutuhkan bantuan terkait kesehatan mental, dapat menghubungi hotline Kemenkes di 119 ext. 8 atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
