PATI, JATENG, Blok7.id – Aktivis nasional ‘Pejalan Kaki’, Lilik Yuliantoro asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah dikabarkan meninggal dunia, akibat liputan demo penolakan pajak 250 persen di Kabupaten Pati, itu tidak benar.
Dari hasil investigasi media Blok7.id, Lilik Yuliantoro mengalami pingsan akibat terkena gas air mata saat liputan dilokasi.
“Saya dan warga yang berada di lokasi Alun-Alun Pati terkena gas air mata. Banyak yang pingsan karena bau menyengat dan mata jadi perih,” ungkapnya, saat ditemui di RSUD Soewondo, Pati, Rabu (13/8/2025) malam.
“Bahkan disebelah saya seorang Polisi (Kapolsek) juga pingsan dikarenakan terkena gas air mata,” lanjut Mat Tohek alias Lilik Yuliantoro yang kini berprofesi sebagai jurnalis di salah satu media nasional. Dan saat ini dia dirawat di RSUD Soewondo, pasca kejadian.
Dia menambahkan bahwa, demonstrasi di Pati ini, sangat luar biasa. Padahal baru setingkat kabupaten.
“Saya mengakui, demo di Pati yang menolak kenaikan pajak PBB-P2 dan masyarakat minta Bupati Sudewo untuk mundur/lengser, ini seperti demo nasional, luar biasa. Bahkan peserta demo mencapai kurang lebih 100 ribu orang,” ucap Mat Tohek.
“Setelah saya sadar/siuman, dan membaca berita di salah satu media bahwa saya dikabarkan meninggal, berita ini langsung viral,” tambahnya.
Sementara itu, menurut salah satu warga yang berada di lokasi RSUD Soewondo, AH mengatakan, untuk isu dan berita yang beredar, ada seorang jurnalis yang meninggal, ini menjadi gempar.
“Bahkan berita yang seharusnya terkait masyarakat menghendaki Bupati Pati, Sudewo untuk mundur dengan kesatria atau diturunkan warga Pati, ini menjadi ketutup oleh berita seorang jurnalis nasional asal kota Blora, yang diisukan meninggal dunia,” terangnya.
“Bahkan ketua korlap, Husen, menurut informasi juga dikabarkan dirawat di RSUD Soewondo, dikarenakan kecapekan dan juga terkena gas air mata,” tegas AH.
Kendati demikian, lanjut AH, ini menjadi pembelajaran bagi semua pejabat yang notabene dipilih oleh rakyat, jangan sombong dan jangan arogan.
“Apalagi pak Sudewo sudah menantang masyarakat Pati yang akan melakukan demo atas kenaikan pajak yang mencapai 250 persen. Dengan ucapan Bupati Sudewo yang mengatakan, pendemo 5.000, 50.000 pendemo dikerahkan saya tidak gentar,” ucapnya.
“Ucapan itu sudah melukai hati masyarakat Pati, baik itu yang kaya maupun yang kurang mampu. Jadi masyarakat Pati merasa tertantang dengan ucapan pak Sudewo,” tandas AH. (Hans)
