BLORA, Blok7.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang membawa nutrisi bagi generasi bangsa, justru berujung petaka di Kabupaten Blora.

Senin (20/7/2026), puluhan siswa di salah satu sekolah di Kecamatan Ngawen terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat setelah diduga kuat mengalami keracunan massal usai menyantap paket makanan tersebut.

Insiden ini langsung memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan orang tua murid. Suasana di Puskesmas Ngawen dilaporkan sempat tegang dan sibuk, dipenuhi petugas medis yang bergerak cepat memberikan pertolongan darurat kepada para siswa yang mengeluhkan gejala mual dan pusing.

Dinkes Blora Konfirmasi Kejadian, Fokus Penanganan Medis

1001806228

Saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Edy Widayat, membenarkan adanya peristiwa pilu ini.

Pihaknya mengklaim langsung bergerak cepat begitu menerima laporan untuk memastikan para siswa segera mendapatkan pertolongan medis.

“Iya, benar (ada kejadian tersebut). Saat ini para siswa sedang mendapatkan penanganan intensif di Puskesmas Ngawen,” ujar Edy Widayat saat dihubungi, Senin (20/7/2026).

Sampel Makanan Diuji Lab, Dinkes Masih Enggan Berspekulasi

Ketika disinggung lebih lanjut mengenai penyebab pasti gejala keracunan yang dialami para siswa, serta apakah hal itu bersumber langsung dari menu MBG yang dibagikan, Edy menegaskan bahwa pihaknya belum berani mengambil kesimpulan dini.

Dinas Kesehatan Blora saat ini masih fokus pada pemulihan kondisi fisik anak-anak dan akan melakukan investigasi lebih mendalam, termasuk uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa.

“Kami belum berani menyimpulkan. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan kondisinya kembali stabil,” pungkas Edy.

Total Korban Masih Misteri

Hingga berita ini diturunkan, suasana di Puskesmas Ngawen masih terbilang sibuk oleh petugas medis yang bersiaga. Kendati demikian, pihak sekolah maupun otoritas terkait masih bungkam dan belum memberikan rincian pasti mengenai jumlah total siswa yang terdampak dalam insiden tragis ini.

Kasus ini pun mulai memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat terkait standar pengawasan kualitas dan higienitas dari penyedia (vendor) program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut. (Redaksi/Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!