Jakarta. Blok7.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjerat 10 kepala daerah melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) sepanjang 2026.Kasus yang menjerat para kepala daerah tersebut memiliki modus yang beragam.

Mulai dari dugaan pemerasan, gratifikasi, suap proyek, hingga praktik jual beli jabatan.

Blok7.id merangkum daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK sepanjang 2026 beserta perkara yang menjerat mereka.

1. Wali Kota Madiun Maidi

Maidi ditangkap dalam OTT yang digelar KPK di Kota Madiun pada 19 Januari 2026. Dalam operasi itu, penyidik mengamankan total 15 orang.

KPK menetapkan Maidi sebagai tersangka dugaan pemerasan dana corporate social responsibility (CSR) dan gratifikasi. Selain Maidi, orang kepercayaannya Rochim Ruhdiyanto serta Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah juga ditetapkan sebagai tersangka.

2. Bupati Pati Sudewo

Pada hari yang sama, 19 Januari 2026, KPK juga menggelar OTT di Kabupaten Pati. Sudewo diamankan bersama sejumlah pihak lainnya.Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang sekitar Rp 2,6 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara itu.

Sudewo kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa. Tiga tersangka lain yakni Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono, Kepala Desa Arumanis Sumarjiono, dan Kepala Desa Sukorukun Karjan.

3. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK menangkap Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang, Jawa Tengah, pada 3 Maret 2026.

Saat diamankan, Fadia diketahui tengah mengisi daya kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Fadia kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.

4. Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari

OTT berikutnya dilakukan KPK di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada 9 Maret 2026. Sebanyak 13 orang diamankan, termasuk Bupati Muhammad Fikri Thobari.Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima tersangka. Muhammad Fikri Thobari dan Kepala Dinas PUPRPKP Harry Eko Purnomo diduga sebagai penerima suap.

Sementara tiga tersangka pemberi suap yakni Irsyad Satria Budiman dari PT Statika Mitra Sarana, Edi Manggala dari CV Manggala Utama, serta Youki Yusdiantoro dari CV Alpagker Abadi.

5. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Pada 13 Maret 2026, KPK menggelar OTT di Kabupaten Cilacap dan mengamankan 27 orang.

Syamsul Auliya Rachman kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan permintaan tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026. Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono juga ikut ditetapkan sebagai tersangka.

6. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

KPK kembali menggelar OTT di Jawa Timur pada 10 April 2026. Sebanyak 18 orang diamankan, termasuk Gatut Sunu Wibowo.

Gatut bersama ajudannya, Dwi Yoga Ambal, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2025-2026.

7. Bupati Muara Enim Edison

Pada 7-8 Juni 2026, KPK melakukan OTT di Jakarta dan Sumatera Selatan. Sebanyak 10 orang diamankan, terdiri dari lima unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan lima pihak swasta.

Edison ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait sejumlah pengadaan dan penerimaan gratifikasi.Selain Edison, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, Adi Triadi yang merupakan keponakan bupati, serta Cory Erin Hardi dari PT Millenium Solusi Abadi sebagai tersangka.

8. Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby

KPK menggelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi dan Jakarta pada Juni 2026. Sebanyak 10 orang diamankan, sembilan di Kuantan Singingi dan satu di Jakarta.

Usai OTT, Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Kuantan Singingi Zulkarnaen diminta menyerahkan diri ke KPK. Keduanya kemudian memenuhi panggilan penyidik.Mereka ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan bersama Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles.

9. Bupati Langkat Syah Afandin

KPK menangkap Syah Afandin pada 2 Juli 2026 di kediamannya. Operasi tersebut berlangsung di tiga lokasi, yakni Langkat, Binjai, dan Medan.

Selain Syah, KPK juga mengamankan seorang ASN Pemerintah Kabupaten Langkat dan lima pihak swasta.

Syah kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap proyek. Yaqub Abdhal Al Mu’arif yang merupakan pihak swasta sekaligus tim sukses Syah Afandin pada Pilkada 2024 juga ikut dijerat sebagai tersangka.

10. Bupati Sukoharjo Etik Suharyani

OTT terbaru dilakukan KPK di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 9 Juli 2026. Sebanyak lima orang diamankan, termasuk Bupati Etik Suharyani.

Etik ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Selain Etik, dua ASN Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!