BLORA, Blok7.id – Kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhirnya padam, Sabtu (23/8/2025) sekira pukul 18:35 WIB.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Triyono mengatakan proses pemadaman berlangsung lama karena api terus menyembur akibat tekanan gas yang tinggi.
“Alhamdulillah, Sabtu (23/8/2025) sekira pukul 18:35 WIB api sudah berhasil dipadamkan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, antara lain tim gabungan yang terdiri atas BPBD Blora, Damkar, Pertamina, TNI-Polri, serta relawan,” ujarnya.
Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan belasan mobil tangki suplai air dan peralatan khusus dari Pertamina.
Titik semburan juga ditutup dengan material khusus agar api tidak kembali muncul.
“Kebakaran sumur minyak ilegal ini sebelumnya menelan korban jiwa sebanyak empat orang, melukai sejumlah warga, serta memaksa penduduk mengungsi karena khawatir api merembet ke permukiman,” tandas Agung Triyono.
Diketahui, peristiwa itu terjadi, Minggu (17/8/2025) siang dan baru bisa dipadamkan setelah tuju hari upaya intensif dari tim gabungan.
Pihak kepolisian telah memeriksa setidaknya 18 orang saksi terkait peristiwa yang memicu perhatian publik tersebut.
Informasi, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Gendono tersebut, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, dua orang terluka, satu rumah terbakar rusak berat, 4 rumah terbakar rusak sedang, dan 300 KK atau sekitar 750 orang mengungsi.
Terbaru satu orang lagi dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat insentif di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Jogjakarta.
Dan satu balita berumur 1 tahun 9 bulan, dengan luka bakar 63 persen, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Jogjakarta.
Diberitakan sebelumnya, pasca kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Dukuh Gendono, Blora, semenjak Minggu (17/8/2025) sampai saat ini, Sabtu (23/8/2025), sudah memakan 4 korban jiwa, yang meninggal dunia (MD).
Kebakaran sumur minyak ilegal tersebut belum kunjung padam. Dan untuk korban yang semula 3 orang yang meninggal dunia, kini, Jumat (22/8/2025) malam bertambah 1 orang (Yeti) istri Sukrin, yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Jogjakarta.
“Yang masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito tinggal 1 orang (balita umur 1 tahun 9 bulan) anak Sukrin, dalam keadaan kritis karena luka bakar 63 persen,” ucap GP, warga Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, yang sedang takziah di rumah korban, Sabtu (23/8/2025).
“Dan ada 1 lagi korban yang di rawat di RS PKU Blora dalam keadaan kritis juga. Ini mungkin luput dari pantauan,” lanjut GP.
Informasi, Sukrin adalah satu-satunya korban selamat, akibat kebakaran sumur bor minyak mentah ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu. Sukrin telah kehilangan mertua dan saudaranya. Dan saat ini Sukrin kehilangan (Yeti) istrinya. (Hans)
