​BLORA, Blok7.id – Dunia pendidikan Kabupaten Blora kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Ekabriyanti Reni Oktafia, seorang guru Informatika di SMA Negeri 2 Blora, sukses membuktikan bahwa dedikasi seorang pendidik tidak boleh mandek di dalam ruang kelas. Ia berhasil menyabet penghargaan sebagai salah satu penulis karya terbaik tingkat nasional dalam ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Penerbit SAKA.

​Melalui buku fiksi inspiratifnya yang bertajuk ‘Lorong yang Selalu Basah’, Ekabriyanti menuangkan kombinasi apik antara semangat literasi, rekam jejak pengalaman hidup, serta kepedulian mendalam terhadap realitas dunia pendidikan.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan secara simbolis di tengah kekhidmatan upacara bendera di SMA Negeri 2 Blora, Senin (13/7/2026), sebagai bentuk apresiasi nyata atas sumbangsihnya menghidupkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

​”Setiap guru memiliki kisah, setiap siswa memiliki mimpi. Ketika kisah dan mimpi itu dituliskan, maka lahirlah karya yang akan dikenang sepanjang masa,” tegas Ekabriyanti usai menerima penghargaan, Senin (13/7/2026).

Bagi dirinya, menulis bukanlah sekadar urusan merangkai kata, melainkan cara abadi untuk meninggalkan jejak pemikiran yang mampu menggerakkan orang lain.

​Tamparan Keras untuk Budaya Malas Membaca

​Pencapaian ini diharapkan menjadi tamparan positif sekaligus pemantik motivasi bagi ekosistem pendidikan di Blora. Guru tidak boleh hanya terjebak dalam rutinitas administratif, melainkan harus terus berkarya, meneliti, dan menulis demi pengembangan profesi.

Efek dominonya, para siswa pun dituntut untuk berani mendobrak keterbatasan dan mulai menuangkan ide, kreativitas, serta pengalaman mereka ke dalam tulisan yang berdampak.

Sementara itu, ​Kepala SMA Negeri 2 Blora, Rina Widyaningsih, bersama seluruh keluarga besar sekolah mengaku bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

Dia menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi batu loncatan lahirnya penulis-penulis hebat baru dari rahim sekolah.

​”Guru hebat bukan hanya mengajar di depan kelas, tetapi juga meninggalkan warisan ilmu melalui karya tulis. Menulislah, karena tulisan akan terus mengajar meski penulisnya telah selesai berbicara,” ujar Rina memberi pesan menohok.

​Rina juga membakar semangat para siswa dan rekan sejawat agar tidak inferior dalam berkarya. “Jangan takut menulis. Tuliskan ide, mimpi, dan pengalamanmu. Setiap buku besar berawal dari satu halaman, dan setiap penulis hebat berawal dari keberanian menulis kalimat pertama,” pungkasnya tegas.

​Dengan bergulirnya prestasi ini, SMA Negeri 2 Blora mengirimkan pesan kuat kepada publik, literasi bukan sekadar jargon di atas kertas, melainkan aksi nyata yang mampu melahirkan karya monumental dan membawa manfaat konkret bagi masyarakat luas.

(Redaksi/Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!