​BLORA, Blok7.id – Antusiasme tinggi ditunjukkan para calon siswa dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026 di SMK Bhakti Husada PGRI Blora.

Sekolah yang dikenal sebagai salah satu rujukan pendidikan kesehatan terbaik di Kabupaten Blora ini mencatat lonjakan pendaftar yang luar biasa, mencapai 557 siswa dari berbagai penjuru daerah, baik dari dalam maupun luar provinsi. Senin, (13/07/2026).

​Kepala SMK Bhakti Husada PGRI Blora, Sunardi, menyampaikan bahwa para pendaftar tidak hanya didominasi oleh lulusan SMP negeri dan swasta di wilayah Blora. Daya tarik sekolah ini rupanya telah meluas hingga ke kabupaten tetangga seperti Pati, Bojonegoro, Grobogan, Demak, Kudus, Rembang, Tuban, Nganjuk, bahkan hingga menjangkau calon siswa dari kota besar seperti Jakarta dan Banjarmasin.

​“Ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMK Bhakti Husada PGRI Blora semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas amanah besar yang dititipkan oleh para orang tua untuk mendidik putra-putri mereka di sini,” ujar Sunardi penuh syukur.

​Dari total 557 pendaftar yang bersaing ketat, sebanyak 220 siswa dinyatakan lolos seleksi dan resmi diterima sebagai peserta didik baru. Mereka nantinya akan menempati enam rombongan belajar (rombel) yang terbagi rata ke dalam dua program keahlian unggulan, yakni Farmasi dan Asisten Keperawatan, dengan masing-masing program studi diisi oleh tiga kelas.

Edukasi Karakter Lewat MPLS Ramah dan Bebas Perundungan

​Seiring dimulainya tahun ajaran baru, SMK Bhakti Husada PGRI Blora langsung bergerak cepat menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan edukatif ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai Senin, 13 Juli hingga Sabtu, 18 Juli 2026.

​Berbeda dari kesan perploncoan masa lalu, tahun ini pihak sekolah mengusung tema ‘MPLS RAMAH’. Konsep ini sengaja dirancang untuk menciptakan masa transisi dan pengenalan sekolah yang menyenangkan, aman, serta sepenuhnya bebas dari tindakan perundungan (bullying).

​Selama sepekan, para siswa baru dibekali dengan berbagai materi penting yang membangun karakter. Di antaranya:

  • ​Pengenalan Kurikulum Sekolah dan adaptasi akademik.
  • ​Penanaman 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk membentuk kepribadian unggul.
  • ​Orientasi Program Keahlian (Farmasi dan Asisten Keperawatan).
  • ​Sosialisasi Tata Tertib serta pembentukan budaya sekolah yang positif dan disiplin.

​Pendekatan yang diterapkan sangat humanis, mengedepankan kenyamanan, nilai kebersamaan, serta rasa saling menghormati antar-sesama siswa. Seluruh jalannya kegiatan dipandu secara profesional oleh bapak dan ibu guru, dengan dukungan penuh dari pengurus OSIS sebagai fasilitator yang bersahabat.

​“Kami ingin memastikan bahwa MPLS menjadi pengalaman pertama yang berkesan dan menyenangkan bagi siswa baru. Lingkungan belajar yang ramah, sehat mental, dan bebas dari perundungan adalah prioritas utama kami dalam membentuk tenaga kesehatan masa depan,” tegas Sunardi.

​Mencetak Generasi Kesehatan yang Kompeten

​Komitmen sekolah ini dalam melahirkan lulusan berkualitas bukanlah tanpa bukti. Pada tahun ajaran 2025 lalu, SMK Bhakti Husada PGRI Blora sukses meluluskan 155 siswa berprestasi yang kini telah terserap di dunia kerja, industri kesehatan, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

​Dengan lonjakan peminat dan inovasi sistem pembelajaran yang humanis di tahun 2026 ini, SMK Bhakti Husada PGRI Blora terus membuktikan dedikasinya sebagai pionir dalam mencetak generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten dan siap bersaing di era global, tetapi juga memiliki karakter yang mulia serta empati yang tinggi.

​(Redaksi/Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!