Jakarta. Blok7.id – Tes seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih berbasis Computer Assisted Test (CAT) ramai disorot di media sosial.
Sejumlah peserta mengeluhkan adanya gangguan teknis saat ujian berlangsung.
Keluhan itu muncul setelah beberapa peserta mengaku jawaban yang sudah dipilih tiba-tiba berubah sendiri di sistem. Video curhatan peserta pun viral di media sosial.
Salah satu unggahan datang dari akun Instagram @trending*******.
Dalam video itu, seorang peserta mengaku kecewa usai menyelesaikan tes kompetensi manajer Kopdeskel Merah Putih.
“Aku baru aja selesai tes kompetensi yang Koperasi Desa dan berharap banyak. Tapi nggak tau kenapa websitenya itu aneh. Kita sudah jawab yang terasa benar, terus jawabannya sudah disimpan, tiba-tiba pas kita balik kursornya langsung ngeganti jawabannya akan diganti dari apa yang kita pilih,” ujar peserta tersebut.
Ramainya keluhan peserta membuat Badan Kepegawaian Negara (BKN) ikut buka suara. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN Wisudo Putro Nugroho mengatakan pihaknya menerima laporan terkait sejumlah kendala teknis di lapangan.
Menurut Wisudo, salah satu tantangan yang dialami peserta berkaitan dengan durasi pengerjaan soal ujian yang cukup ketat.
Ia meminta peserta tidak panik saat mengerjakan soal dan menghindari kebiasaan mengklik jawaban secara cepat maupun berulang kali.
Wisudo menjelaskan setiap jawaban yang sudah diklik dan disimpan sebenarnya langsung masuk ke dalam pangkalan data sistem.
Dalam kondisi tertentu, tampilan jawaban di layar bisa terlihat berubah karena adanya jeda jaringan ketika akses peserta sedang tinggi secara bersamaan.
“Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang,” ujar Wisudo dalam keterangan resmi.
Ia menyarankan peserta memberi jeda waktu dan membiarkan sistem menyelesaikan proses pengiriman jawaban agar berjalan optimal.
Langkah itu dinilai penting untuk menghindari penumpukan beban server pada waktu tertentu.
Wisudo memastikan sistem CAT yang digunakan telah disiapkan untuk mengakomodasi pelaksanaan tes secara masif dalam waktu bersamaan, termasuk dari sisi keamanan sistem selama ujian berlangsung.
Menurutnya, sistem CAT juga sudah melalui berbagai tahapan pengujian guna memastikan proses seleksi berjalan adil dan transparan.
“Kemudahan ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024,” jelas Wisudo.
Lebih lanjut, Wisudo menjelaskan peserta akan menghadapi dua jenis tes utama dalam seleksi tersebut, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen.
Tes Potensi Kognitif dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir serta kecepatan kerja peserta dalam memproses dan menyelesaikan soal secara akurat dalam waktu terbatas.
Karena itu, peserta dinilai perlu menerapkan strategi pengerjaan yang tepat selama ujian berlangsung.
Sebelumnya, pelaksanaan tes CAT seleksi manajer Koperasi Desa Merah Putih memang ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul dugaan gangguan teknis saat ujian berlangsung.
