Spread the love

Sumut. Blok7.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi kabar yang menyebut anggaran penanganan bencana di Sumut tahun 2025 dipangkas drastis.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Isu yang beredar menyebut anggaran tersebut turun dari Rp843 miliar menjadi Rp98 miliar.

Bobby menegaskan informasi tersebut tidak tepat. Ia menyebut anggaran penanganan bencana yang disepakati bersama DPRD Sumut sebesar Rp123 miliar, bukan seperti angka besar yang ramai dibicarakan.

“Yang ngomong siapa itu (ada pemangkasan)?,” ujar Bobby seperti yang beredar, dikutip Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan, angka Rp800 miliar lebih yang beredar merupakan rancangan awal dalam R-APBD, bukan angka final yang telah disahkan.

“Boleh silahkan dilihat dari R-APBD 2025, kalau dibilang diawal angkanya Rp800 Miliar (lebih), bukanya dari R-APBD yang disahkan bersama-sama dengan DRPD itu angkanya Rp123 Miliar,” ucapnya.

Bobby mengatakan, penyesuaian anggaran tersebut tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan Pemerintah Pusat pada 2025.

“Sesuai dengan Inpres nomor 1 tahun 2025 kan kita ada efesiensi, kita disuruh efesiensi, kita efesiensikan. Nah pertanyaannya efesiensi uangnya ditaruh dimana, kan gak mungkin gak kita cantumkan,” kata dia.

Menurut Bobby, anggaran hasil efisiensi tidak dihilangkan, melainkan dialihkan ke pos Belanja Tak Terduga (BTT). Pos tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan mendesak di luar perencanaan awal.

Ia menjelaskan, BTT digunakan tidak hanya untuk penanganan bencana, tetapi juga untuk membiayai kebutuhan lain yang bersifat mendesak. Salah satunya pembayaran bonus atlet PON dan Peparnas 2024 yang sebelumnya belum teralokasi secara penuh.

Selain itu, BTT juga digunakan untuk pembiayaan infrastruktur darurat, seperti pembangunan kembali jembatan di Nias Barat yang mengalami kerusakan total dan membutuhkan penanganan segera.

error: Content is protected !!