Blok7.id – Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Selain menjadi waktu untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, kepastian tanggal Lebaran juga penting karena berkaitan dengan jadwal libur nasional, cuti bersama, hingga rencana mudik.Lantas, kapan Idulfitri 2026 akan dirayakan?
Lebaran Muhammadiyah 2026
Muhammadiyah lebih dulu menetapkan tanggal Idulfitri 2026. Melalui maklumat resmi, organisasi ini menyebutkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penentuan tersebut dilakukan menggunakan metode hisab oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Metode ini mengacu pada perhitungan astronomi dengan prinsip serta parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Berdasarkan perhitungan tersebut, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 30 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.
Pada saat matahari terbenam di hari terjadinya ijtimak itu, sebelum pukul 24.00 UTC sudah terdapat wilayah di bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1. Parameter tersebut mensyaratkan tinggi Bulan lebih dari 5 derajat dan elongasi Bulan minimal 8 derajat.
Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H berlaku secara global pada Jumat, 20 Maret 2026.
Lebaran Pemerintah 2026
Sementara itu, pemerintah hingga kini belum menetapkan secara resmi kapan Idulfitri 2026 akan berlangsung. Kepastian tanggal Lebaran baru akan diumumkan setelah sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.
Meski belum resmi diputuskan, gambaran awal dapat dilihat melalui Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Dalam kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Namun, tanggal tersebut masih bersifat prediksi karena keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat.
Dalam menentukan awal bulan hijriah, pemerintah menggunakan dua metode, yakni hisab atau perhitungan astronomi dan rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap bulan sabit.
Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang telah disepakati oleh Menteri Agama dari Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), maka 1 Syawal akan ditetapkan keesokan harinya. Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari melalui mekanisme istikmal.
Lebaran NU 2026
Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga belum mengumumkan tanggal pasti Idulfitri 2026.
Namun jika merujuk pada kalender Almanak yang biasa digunakan NU, Lebaran diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Meski demikian, NU tetap akan menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir Ramadan untuk memastikan awal Syawal.
Dalam praktiknya, NU menggunakan metode Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).
Metode ini menetapkan kriteria tinggi hilal mar’i minimal 3 derajat dan elongasi hilal haqiqi minimal 6,4 derajat agar dapat dinyatakan memenuhi syarat terlihat.
