Grobogan. Blok7.id – Kecelakaan maut terjadi di pelintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Sebuah mobil Toyota Avanza tertabrak KA Argo Bromo Anggrek, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Peristiwa itu terjadi di JPL 52 KM 29+800 jalur hulu, antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan sekitar pukul 02.52 WIB.
Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia.
Mobil nahas tersebut diketahui membawa rombongan pengantar jemaah calon haji asal Grobogan. Kendaraan melaju dari arah selatan ke utara.
Saat melintas di perlintasan, mobil diduga berhenti di atas rel karena mengalami mati mesin. Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya melintas dalam jarak dekat. Tabrakan pun tak terhindarkan.
Benturan keras membuat mobil terpental sejauh sekitar 20 meter. Kendaraan itu kemudian menghantam tiang jaringan telekomunikasi sebelum akhirnya terjatuh ke area persawahan di sisi selatan rel.
Empat korban meninggal dunia dalam kejadian ini masing-masing Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), dan Shazia Belvania Mutia (2).
Sementara itu, pengemudi mobil bernama Kardi (50) selamat dan hanya mengalami luka ringan.PT KAI Daop 4 Semarang menyampaikan, insiden tersebut sempat membuat KA Argo Bromo Anggrek melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Argo Bromo Anggrek berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pada pukul 02.56 WIB,” ujar Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.
KAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api. Hal ini sesuai dengan Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Dalam aturan tersebut, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan atau memindahkan barang di atas rel, hingga melintasi jalur untuk kepentingan selain operasional kereta.
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 4 Semarang akan terus meningkatkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” ucapnya.
