SAMPANG, Blok7.id – Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Sampang pada Rabu (24/9/2025).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kedatangan mereka bertujuan menuntut keadilan bagi para korban kekerasan seksual terhadap anak yang penanganannya dinilai belum tuntas oleh aparat kepolisian.
Koordinator aksi, Siti Farida, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kinerja Polres Sampang yang dianggap lamban dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual.
Menurutnya, hingga saat ini aparat kepolisian belum berhasil menangkap sejumlah tersangka dari beberapa kasus yang terjadi.

“Kami prihatin melihat kasus pencabulan yang berlarut-larut, sementara pelaku sebagian besar masih bebas. Aparat seharusnya melindungi anak-anak, bukan menunda keadilan,” tegas Siti Farida dalam orasinya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah kasus yang terjadi rentang waktu 2020 hingga 2025 di beberapa kecamatan, termasuk Torjun, Robatal, Camplong, dan Tambelangan, sebagian besar disebutkannya masih belum ada penyelesaian hukum yang jelas.
Dalam aksinya, APPA menyampaikan empat tuntutan utama kepada Polres Sampang. Tuntutan tersebut adalah:
- Menuntaskan seluruh kasus pencabulan atau kekerasan seksual terhadap anak.
- Segera menangkap para pelaku yang masih berkeliaran.
- Mencopot aparat yang terindikasi bermain dalam kasus tersebut.
- Mendesak Polres Sampang untuk mengintensifkan upaya pencarian dan penangkapan pelaku sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Massa aksi berharap Polres Sampang dapat segera bertindak cepat dan transparan demi memberikan keadilan dan perlindungan maksimal bagi anak-anak korban kekerasan seksual di wilayah Sampang. (Rusfandi)
