SOLO, Blok7.id – Prosesi pemakaman Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII (PB XIII), dipastikan mengalami perubahan jadwal. Setelah sempat beredar kabar akan dimakamkan pada hari Selasa (4/11/2025), pihak Keraton secara resmi menetapkan bahwa almarhum akan dimakamkan pada Rabu Legi, 5 November 2025.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepastian jadwal ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Keraton Surakarta melalui pengumuman resmi yang disiarkan pada Minggu malam (2/11/2025).
Prosesi Keberangkatan Menuju Astana Imogiri
Menurut pengumuman Keraton, jenazah almarhum Pakubuwono XIII akan diberangkatkan dari Kompleks Keraton Kasunanan Surakarta pada pukul 07.30 WIB. Rombongan kemudian akan bergerak menuju tempat peristirahatan terakhir, yakni Astana Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Astana Imogiri merupakan kompleks pemakaman yang bersejarah, tempat disemayamkannya para raja-raja Mataram, termasuk leluhur dari Keraton Surakarta.
Pihak Keraton juga menyertakan doa khusus dalam pengumuman tersebut sebagai penghormatan terakhir kepada sang raja:
“Mugi alusipun katampi ing pangayunaning Allah SWT, kapapanaken ing swarga langgeng, kaapura sadaya kalepatanipun.” (Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT, ditempatkan di surga abadi, dan diampuni segala kesalahannya.)
Perubahan Jadwal Demi Pertimbangan Adat
Sebelumnya, sejumlah media memberitakan bahwa pemakaman PB XIII akan dilaksanakan pada hari Selasa (4/11). Informasi awal tersebut muncul dari keterangan kerabat yang menyebut “kemungkinan besar pemakaman dilakukan Selasa Kliwon.”
Namun, setelah dilakukan musyawarah adat dan koordinasi internal yang mendalam, pihak Keraton mengambil keputusan untuk memajukan pemakaman ke hari Rabu. Perubahan ini disebut sebagai hasil pertimbangan cermat berdasarkan tradisi adat dan perhitungan waktu yang dianggap paling baik (titi laku) oleh para sesepuh Keraton.
Kirab Khidmat Iringi Perjalanan Terakhir Sang Raja
Sebelum diberangkatkan ke Imogiri, jenazah PB XIII disemayamkan terlebih dahulu di dalam Keraton Surakarta Hadiningrat. Serangkaian prosesi adat dilakukan dengan penuh khidmat, dihadiri oleh keluarga besar Keraton, para abdi dalem, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Rencananya, kirab jenazah akan melewati jalur utama Kota Solo menuju Yogyakarta dengan pengawalan khusus dari aparat keamanan dan rombongan adat Keraton, menandai perjalanan terakhir Sri Susuhunan.
Wafatnya Pakubuwono XIII, yang dikenal sebagai sosok pemersatu di tengah dinamika internal Keraton, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan dunia kebudayaan Jawa. Kini, semua mata tertuju pada Keraton Surakarta, menantikan babak baru dan penerus takhta yang akan melanjutkan warisan budaya Jawa yang agung tersebut.
