Spread the love

REMBANG, Blok7.id – Ketegangan di kawasan wisata religi Pasujudan Sunan Bonang, Kabupaten Rembang, semakin memanas setelah aksi pembongkaran sejumlah kios dilakukan oleh pihak Yayasan Sunan Bonang.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ironisnya, dalam peristiwa tersebut tidak hanya bangunan kios yang diruntuhkan, tetapi juga aset listrik milik PLN ikut dirusak tanpa adanya koordinasi resmi dengan pihak terkait.

Pembongkaran tersebut dilakukan hanya berbekal Surat Peringatan (SP) 1, padahal kios yang dibangun menggunakan anggaran daerah (APBD) Kabupaten Rembang itu masih aktif digunakan oleh pedagang setempat.

Salah satunya adalah kios milik Fifi, yang mengaku listrik di tempat usahanya diputus sepihak oleh oknum yayasan.

Menurut keterangan Fifi, “Sambungan listrik yang diputus itu merupakan listrik pribadi yang dipasang sejak lama oleh almarhumah ibu saya, bukan fasilitas dari yayasan,” terangnya, Jumat (7/11/2025).

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke PLN Rembang, diketahui bahwa meteran listrik masih aktif dan tidak pernah diputus secara resmi oleh PLN.

Saat dikonfirmasi, Manajer PLN Rembang Jati Kuncahyo sedang berada di luar kota. Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan bahwa tindak lanjut akan dilakukan setelah berkoordinasi dengan staf di lapangan.

Staf PLN Rembang bernama Aza, yang ditemui langsung di kantor PLN Jalan Pemuda Km 2,4 Ngotet, mengaku belum menerima surat resmi atau pemberitahuan apa pun terkait pemutusan listrik di lokasi tersebut.

“Kami tidak pernah menerima surat dari pihak mana pun terkait pemutusan listrik di Pasujudan Bonang,” ujar Aza dengan nada heran.

Aza juga menegaskan bahwa pihaknya segera mengambil langkah awal dengan mengamankan meteran listrik yang sudah diputus dan mengecek jalur listrik di lapangan.

“Kami akan pastikan dulu jalur yang diputus itu benar-benar bukan tindakan dari pihak PLN,” pungkas dia. (Hans)

Sumber : Teguh (Ketua IWOI Jateng)

error: Content is protected !!