BLORA, Blok7.id – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Niken Mayasari, kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berintegritas.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Sekolah Kader Perubahan (SKP) di Pondok Pesantren Al Alif Blora, Dusun Setro, Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora.
Kegiatan yang diinisiasi oleh PKB tersebut diikuti puluhan pemuda dan santri yang siap menjadi motor perubahan sosial di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut KH. Nasir selaku pengasuh Ponpes Al Alif, serta para instruktur LKP DPW Jawa Tengah, yakni Gus Umar Said Burhanudin dan Muhammad Sajudin, serta jajaran MABES NIMAS Kabupaten Blora.
Dalam sambutannya, Niken menegaskan bahwa ruang-ruang pendidikan politik seperti SKP memiliki peran strategis sebagai kawah candradimuka bagi calon pemimpin masa depan.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya forum transfer pengetahuan, melainkan tempat pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepekaan sosial.
“Perubahan tidak pernah lahir dari mereka yang hanya menunggu momentum. Kita butuh kader yang siap membangun diri, peka terhadap lingkungan, dan berkhidmat untuk masyarakat,” tegasnya, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan bahwa seorang kader harus memiliki orientasi kemanfaatan bagi sesama, serta menjadikan kearifan lokal dan keteladanan para ulama sebagai pijakan moral dalam bertindak.
Niken juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi pembelajaran secara sungguh-sungguh. Sebab, setiap materi, diskusi, hingga tantangan yang diberikan merupakan bekal penting dalam perjalanan pengabdian mereka ke depan.
“Semoga dari Blora akan lahir pemimpin masa depan yang amanah, membawa keberkahan, dan mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Program Sekolah Kader Perubahan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan politik PKB yang menyasar generasi muda di berbagai daerah Jawa Tengah.
Melalui program ini, PKB berharap dapat melahirkan agen perubahan yang progresif, visioner, namun tetap berakar pada nilai religius dan moralitas. (Hans)
