Spread the love

BLORA, Blok7.id – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kabupaten Blora kembali menjadi sorotan tajam dari warga, Sabtu (29/11/2025), berbagai keluhan bermunculan terkait pendataan penerima bantuan yang dinilai amburadul dan tidak memiliki ketepatan sasaran.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Warga menilai, kesalahan pendataan ini telah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak pemerintah.

Keluhan paling menonjol adalah masih banyak warga miskin ekstrem yang tidak tersentuh BLT, sementara warga yang secara ekonomi tergolong mampu justru masih tercatat sebagai penerima.

“Petugas jangan cuma duduk di kantor pakai data lama. Harus turun ke rumah-rumah lihat kondisi asli,” tegas Rasmini (55), janda asal Kecamatan Blora Kota yang hidup dalam keterbatasan namun tak pernah sekalipun masuk daftar penerima BLT.

Rasmini mengaku heran mengapa orang-orang yang rumahnya jelas lebih layak dan ekonominya lebih stabil justru mendapatkan bantuan.

“Kami yang susah ini malah tak dianggap. Ada apa sebenarnya?” ujarnya.

Kritik serupa datang dari berbagai wilayah di Blora. Warga menilai pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi sosial tampak bekerja tanpa koordinasi dan minim pengecekan lapangan.

“Kalau data BLT tidak diperbarui, ya salah sasaran terus. Ini bukan bantuan sembarangan. Ini untuk rakyat kecil yang harus bertahan hidup sehari-hari,” ujar Slamet (48).

Ia menilai pemerintah perlu bersikap lebih tegas dan tidak membiarkan pendataan dilakukan secara asal-asalan.

“Jangan sampai orang yang punya motor baru, rumah bagus, malah masuk daftar penerima. Itu menyakitkan bagi warga miskin yang benar-benar butuh,” lanjutnya.

Salah satu warga lainnya, Tutik, juga menuntut adanya transparansi penuh terkait daftar penerima BLT. Mereka ingin pemerintah membuka informasi secara jelas agar masyarakat mengetahui siapa saja yang berhak dan siapa yang tidak.

“Kalau data dibuka, masyarakat bisa ikut mengawasi. Jangan ditutup-tutupi. Ini uang negara, bukan milik pribadi pejabat,” keluh Tutik.

Masyarakat Blora berharap evaluasi total dilakukan, mulai dari pendataan ulang, koordinasi antarinstansi, hingga pengawasan distribusi di lapangan.

Mereka percaya, pembenahan sistematis akan membuat program BLT benar-benar berdampak bagi keluarga miskin ekstrem yang sangat membutuhkan.

“Kami tidak minta mewah. Cuma ingin program pemerintah berjalan benar, adil, dan tidak disalahgunakan,” tutup Tutik. (Hans)

error: Content is protected !!