BLORA, Blok7.id – Konsolidasi besar petani hutan Blora memasuki fase yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Puluhan Kelompok Tani Hutan (KTH) dari berbagai penjuru Blora, mulai dari KTH ber-SK, kelompok Kungker, hingga kelompok non-Kungker, akhirnya menyatukan langkah dan menunjuk perwakilan resmi untuk diberangkatkan ke Jakarta dalam misi krusial, yakni membersihkan, menertibkan, dan memvalidasi data SIMLUHTAN dengan prinsip mutlak, satu nama satu suara.
Gerakan kolektif ini tidak hanya menunjukkan kekuatan organisasi akar rumput, tetapi juga mengirimkan pesan tegas bahwa petani hutan Blora siap mengawal data yang menjadi dasar alokasi program, pupuk bersubsidi, hingga legitimasi kelembagaan.
Mereka tak ingin lagi diwakili data yang carut-marut. Mereka datang untuk menata ulang.
Rombongan akan bertolak ke Jakarta pada Senin, 8 Desember 2025, menggunakan bus ¾, setelah dihimpun melalui tiga titik koordinasi:
- 15.00 WIB – Rumah Mbak Indi, Gadu (Start Kedung Tuban)
- 16.00 WIB – Terminal Ngawen
- 15.00 WIB – Gagaan, Kunduran
Peserta yang berada di luar rute diminta menyesuaikan titik penjemputan melalui koordinasi panitia.
Perjalanan bersifat urunan/swadaya, dengan peserta membawa konsumsi masing-masing. Untuk acara resmi, seluruh peserta diwajibkan memakai sepatu dan batik terbaik.
Puncak agenda digelar Selasa (9/12/2025) pukul 08.00 WIB di Kementerian Pertanian. Rombongan Blora akan didampingi langsung oleh Kadin DP4 Blora, Ngamilan.

Pendamping lapangan, Tejo Prabowo, menegaskan bahwa kedatangan ini merupakan tindak lanjut dari arah kebijakan Wamentan terdahulu terkait alokasi pupuk bersubsidi bagi petani hutan.
“Kami mengurus SIMLUHTAN di Kementan, memastikan alokasi pupuk bersubsidi benar-benar menyentuh petani hutan,” ujar Tejo Prabowo, Minggu (7/12/2025).
Setelah agenda di Kementan, rombongan bergerak ke Kementerian Kehutanan untuk koordinasi terkait percepatan penanaman pada lahan hutan negara yang diberikan ke KTH melalui Kepmen 185/192.
“Ini langkah konkrit dan strategis. Petani hutan harus mendapatkan haknya atas pupuk, dan hutan Blora harus dipulihkan,” tegasnya.
Diketahui, untuk perwakilan KTH yang diberangkatkan, antara lain :
- KTH ber-SK 185/192
- KTH Kelompok Kungker Mojokerto
- KTH Non-Kungker / ber-SK lainnya
Sedangkan pendamping lapangan yang turut serta, antara lain Jundi Sasono Hadi, Subyantoro, Hasan, Fuad, Jojok/Tejo Prabowo, dan personel lain sesuai kebutuhan.
Gerakan ini diposisikan sebagai lebih dari sekadar urusan administratif. Ini adalah momen konsolidasi besar untuk memastikan data SIMLUHTAN benar-benar mencerminkan anggota riil di lapangan.
Sebagaimana ditegaskan panitia, “Ini perjalanan dari kita, oleh kita, dan untuk kita.”
Tejo Prabowo menutup dengan kalimat tajam yang menjadi penanda keseriusan gerakan ini, “Kerusakan hutan di Pulau Jawa berawal dari Blora. Dan kami berkomitmen memperbaikinya,” pungkasnya.
(Redaksi/Hans)
