Spread the love

Blok7.id – Nama influencer kripto Timothy Ronald terseret dalam laporan dugaan penipuan terkait aktivitas trading aset digital. Aduan tersebut dilayangkan oleh seorang pelapor berinisial Y yang mengklaim adanya kerugian besar akibat transaksi kripto yang dipromosikan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam laporan itu disebutkan, korban dugaan penipuan mayoritas berasal dari kalangan usia muda, yakni 18 hingga 27 tahun. Total kerugian yang dilaporkan disebut mencapai miliaran rupiah.

Para korban mengaku tergiur setelah dijanjikan potensi imbal hasil hingga ratusan persen dari investasi kripto yang ditawarkan, namun justru mengalami kerugian.

Siapa Timothy Ronald?

Timothy Ronald dikenal luas di ekosistem kripto Indonesia sebagai influencer sekaligus pegiat trading aset digital.

Ia aktif membangun basis pengikut melalui berbagai konten edukasi, kelas investasi, serta komunitas yang berfokus pada pengenalan dan pemahaman aset kripto.

Ketertarikan Timothy terhadap dunia investasi sudah dimulai sejak usia belia. Sejak berumur 15 tahun, ia mulai mempelajari pasar modal dengan terinspirasi tokoh-tokoh investasi dunia seperti Warren Buffett.

Sejumlah buku klasik investasi, antara lain The Intelligent Investor karya Benjamin Graham dan Security Analysis, disebut menjadi referensi awalnya.

Untuk mengumpulkan modal investasi, Timothy pernah menjalankan usaha kecil-kecilan, mulai dari berjualan pomade hingga sedotan.

Pada usia 19 tahun, ia mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, Timothy kemudian merambah sektor aset kripto dengan mendirikan Akademi Crypto. Platform tersebut berfokus pada edukasi blockchain dan investasi kripto, khususnya bagi generasi muda.

Berdasarkan informasi di laman LinkedIn pribadinya, Timothy tercatat pernah atau masih menjabat sejumlah posisi strategis, di antaranya sebagai owner Ternak Uang, CEO Akademi Crypto, Komisaris di Holywings Group, serta Co-Owner FLOQ.

Saat ini, Timothy aktif memproduksi konten seputar investasi dan trading melalui kanal YouTube pribadinya, @TimothyRonald.

Dalam aktivitasnya, ia kerap berkolaborasi dengan sesama trader, Kalimasada, yang namanya juga ikut muncul dalam laporan dugaan penipuan tersebut.

Hingga kini, laporan tersebut masih bersifat dugaan dan belum ada putusan hukum berkekuatan tetap terkait perkara tersebut.

error: Content is protected !!