BLORA, Blok7.id – Perjuangan petani tebu Blora kembali menguat. Sekertaris 2 APTRI, Agus Joko Susilo menegaskan bahwa pihaknya tengah berjuang mengawal dana dari BULOG Pusat Jakarta guna mempercepat proses perbaikan boiler Pabrik Gula PT Gendis Multi Manis (GMM) BULOG Todanan, Blora, agar berjalan sesuai harapan pemerintah daerah dan seluruh petani tebu.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!“Ini murni perjuangan petani. Petani bergerak tanpa modal. Tidak ada penyandang dana,” tegas Joko melalui pesan singkat WhatsApp, seraya berharap upaya tersebut membawa manfaat, keberkahan, dan barokah bagi semua pihak, Jumat (6/2/2026).
Menurut Agus Joko Susilo, keresahan petani sudah berada pada titik krusial. Oleh karena itu, para petani tebu yang tergabung dalam APTRI Blora telah mengirimkan surat resmi kepada Bupati Blora, Arief Rohman, Wakil Bupatu Blora, Sri Setyorini, berisi hasil konsolidasi pengurus dan anggota yang digelar pada 5 Februari 2026 di Tinapan, Todanan.
Dalam surat tersebut disampaikan dua poin penting, antara lain :
- Pertama, dibentuk Tim Pencari Fakta di masing-masing kecamatan.
- Kedua, APTRI Blora akan menggelar aksi di PG GMM Todanan pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, apabila tidak ada kejelasan terkait tindak lanjut perbaikan pabrik gula tersebut.
“Surat sudah kami sampaikan. Bupati membalas singkat, ‘baik terima kasih’. Lalu beliau menyampaikan akan meneruskan ke BULOG pusat,” ujar Joko menirukan respons Bupati Arief Rohman.
Joko menegaskan bahwa, aksi yang akan digelar Kamis Kliwon, 12 Februari 2026, bukan aksi bayaran. Demonstrasi tersebut akan melibatkan Serikat Pekerja GMM, petani tebu se-Kabupaten Blora, serta para sopir truk.
“Bawa makanan sendiri-sendiri. Ini murni perjuangan petani. Tidak ada yang dibayar, karena memang bukan pendemo bayaran,” tandasnya.
Para petani berharap pemerintah pusat melalui BULOG segera mengambil langkah konkret.
“Bagi petani tebu Blora, perbaikan boiler PG GMM bukan sekadar persoalan teknis pabrik, melainkan menyangkut keberlangsungan ekonomi, kepastian giling, dan masa depan ribuan petani tebu di Blora,” pungkas Joko.
Sementara itu, sampai berita ini tayang, Bupati Blora Arief Rohman saat dikonfirmasi media ini belum memberikan tanggapan.
(Redaksi/Hans)
