Spread the love

Jakarta. Blok7.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam memilih travel umrah.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Edukasi ini dilakukan sebagai bagian dari perlindungan jemaah, menyusul masih adanya laporan dugaan penipuan dan pelanggaran dalam penyelenggaraan ibadah umrah.

Imbauan itu disampaikan melalui Subdirektorat Pengawasan Umrah. Calon jemaah diminta tidak mudah tergiur promo murah yang tidak masuk akal, serta selalu memastikan legalitas dan kredibilitas travel sebelum mendaftar.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenhaj, Andi Muhammad Taufik, menegaskan bahwa kehati-hatian sejak awal menjadi kunci utama pencegahan penipuan.

“Jemaah perlu lebih cermat sejak awal. Jangan mudah tergoda harga murah yang tidak rasional dan selalu pastikan travel umrah memiliki izin resmi. Langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi jemaah dari kerugian,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenhaj, Rabu (04/02/2026).

Tips Menghindari Penipuan Travel Umrah

1. Cek legalitas travel

Pastikan agen terdaftar resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) melalui situs SATU HAJI (Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji) Kemenhaj. Di sana jemaah bisa mengecek status izin, nomor SK, akreditasi, hingga masa berlaku.

Travel yang tidak terdaftar dipastikan ilegal. Jemaah juga disarankan mengecek kantor fisik, rekam jejak minimal dua tahun, serta mewaspadai paket dengan harga tidak wajar.

2. Telusuri reputasi dan testimoni

Cek ulasan jemaah sebelumnya lewat Google Reviews, media sosial, atau situs resmi travel. Rekomendasi keluarga dan kerabat yang sudah berpengalaman juga penting.Hindari agen yang tidak memiliki testimoni jelas dan kredibel.

Jemaah juga dianjurkan memeriksa daftar travel bermasalah yang dirilis Kemenhaj maupun otoritas Arab Saudi.

3. Periksa dokumen dan rincian biaya

Mintalah rincian biaya secara detail, mulai dari tiket, visa, hotel, konsumsi, hingga transportasi. Pastikan ada bukti reservasi hotel dan jadwal keberangkatan yang jelas sebelum pelunasan.

Cermati kontrak perjanjian, terutama soal refund dan asuransi. Pembayaran harus melalui rekening resmi perusahaan, dan seluruh bukti transaksi wajib disimpan.

4. Pastikan fasilitas dan layanan standar

Travel harus menyediakan pembimbing ibadah bersertifikat, akomodasi yang layak, serta kepastian jadwal keberangkatan. Jemaah juga dianjurkan membandingkan beberapa paket dari travel terpercaya sebelum menentukan pilihan.

Selain pencegahan, Kemenhaj juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat. Andi menekankan pentingnya peran aktif jemaah dalam pengawasan.

“Laporan dari jemaah adalah bagian penting dari pengawasan. Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui kanal resmi Kemenhaj,” katanya.

Pengaduan dapat disampaikan melalui:Email: pengaduan@haji.go.id

WhatsApp: +62 823 1101 4646

error: Content is protected !!