BLORA, Blok7.id – Tanah longsor yang menimpa rumah milik keluarga Sarman di Jalan Reksodiputro Gang Cimanuk No. 7, RT 04/RW 03, Kelurahan Kedung Jenar, Kabupaten Blora, memunculkan sorotan terhadap respons pemerintah kelurahan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Lurah Kedungjenar, Suntarsih, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi sejak hari kejadian, Jumat (13/2/2026). Ia mengaku menerima laporan pada siang hari, usai salat Jumat.
“Siang itu setelah Jumatan saya langsung cek ke lokasi, ketemu Pak RT dan sudah kita rembukan. Karena hari libur, untuk surat menyurat memang baru hari ini bisa kita proses,” ujar Suntarsih, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, surat resmi telah dikirimkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blora (DPUPR), serta pihak Kecamatan Blora Kota.
“Kalau koordinasi sudah sejak awal, tapi surat resminya memang baru hari ini, Rabu (18/2/2026),” tegasnya.
Terkait bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Sosial Kabupaten Blora (Dinsos), Suntarsih menyebut pihaknya sementara sudah berkoordinasi dan mengajukan permohonan bantuan.
“Untuk penanganan kami menunggu dari dinas. Sementara ini kita mintakan bantuan darurat untuk perbaikan rumah dulu,” jelasnya.
Suntarsih juga mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah memberikan bantuan bedah rumah kepada keluarga Sarman di Desa Sendanggayam, Kecamatan Banjarejo. Rumah tersebut kini ditempati oleh putranya.
Menurutnya, lokasi tanah milik Sarman di Kelurahan Kedungjenar memang rawan longsor dan hampir setiap tahun terjadi pergerakan tanah.
“Karena di Jedungjenar tanahnya selalu longsor, tiap tahun pasti longsor. Makanya dibangunkan rumah baru di lokasi lain, di Sendanggayam, Banjarejo, karena tanah milik Sarman ada di sana,” tambahnya.
Namun pernyataan berbeda datang dari Kasi Pembangunan Kecamatan Blora Kota, Akhmad Jati Waluyo. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (18/2/2026), ia mengaku belum mengetahui adanya surat masuk terkait kejadian tersebut.
“Surat apa? Coba saya cek dulu,” jawabnya singkat.
Pernyataan ini memunculkan tanda tanya soal sinkronisasi administrasi antarinstansi, mengingat lurah menyebut surat resmi telah dikirim hari ini.
Warga berharap penanganan tidak berlarut-larut, mengingat kondisi tanah yang labil berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah. Pemerintah daerah pun didesak bergerak cepat, bukan sekadar berkoordinasi di atas kertas.
(Redaksi/Hans)
